Begitu pelajaran pertama selesai, Soraru mengumumkan bahwa sebentar lagi sekolah akan mengadakan festival budaya. Semua murid yang mengikuti klub ekstrakulikuler yang terdaftar di haruskan berpartisipasi dan mulai mempersiapkan diri. Begitu Soraru keluar kelas, semua murid sontak ribut dan membicarakan Festival.
Mafumafu menoleh pada Sakata. “Apa itu festival budaya?”
“Eh? Paling ini cuma kayak acara biasa sih”
Mafumafu terdiam untuk kemudian Sakata kembali di pukul oleh Amatsuki. Amatsuki bergeser dari duduknya. “Maafkan anak bodoh ini, dia emang sudah begini dari lahir, jadi maklum!”
“Apa sih!”
Mafumafu tersenyum. “Daijobu, Daijobu.” Aku juga udah tau itu dari dulu. Batin Mafumafu.
Shima ikut bergeser dan menjelaskan. “Festival budaya termasuk acara tahunan sekolah biasanya nanti bakal ada pertunjukan dari beberapa klub dan partisipasi kelas buat berkreasi macam-macam.”
“Klub kita sih paling tampil di panggung.” sambung Sakata.
“Benar juga!” Luz menatap dengan sumringah. “Mafu-kun ikut klub kita saja!”
Mafumafu mengerjap. “Klub apa?”
Amatsuki menjawab dengan senyum. “Utaite klub!”
“Utaite?”
“Nanti kita bantu buat menghadap Eve-senpai deh! Oke?!” Seru Luz
“Emang Mafumafu bisa nyanyi?” Tanya Shima.
“Aku bisa ... di latih mungkin?” Mafumafu menjawab ragu.
Sakata mengangguk-anggukan kepala. “Jadi ingat dulu aku juga saat gabung di seret-seret Sou-senpai yang memergokiku sering bermain gitar di atap”
“Coba saja dulu, Mafu-kun! Gapapa!” Amatsuki mengacungkan ibu jarinya.
Mafumafu mengangguk dengan senyum dan meniru gerakan Amatsuki. “Oke!”
Tepat jam istirahat, Mafumafu dan yang lain berjalan beriringan menuju koridor kelas 3. Dari satu kelas, Soraru keluar dengan wajah yang agak kusut dan lumayan muram. Melihat itu, Mafumafu mengernyit.
“Ada apa dengannya?” Tanya Mafumafu.
“Oh, pasti biasa, kelakuan anak kelas 3-3 memang agak terkenal tidak beres," Jawab Amatsuki.
“Hmm ....”
Soraru menoleh ke arah mereka yang kebetulan lewat. “kKalian ngapain di koridor kelas 3?”
“Kita mau daftarin Mafumafu ke klub Utaite!” Jawab Sakata.
Soraru menatap Mafumafu agak lama. “Ooh? Mau masuk klub musik? Bisa main musik?”
“Mafu-kun bisa nyanyi kok sensei!” Seru Luz tiba-tiba.
“Hmm ... oke, terserah kalian. Sekalian bangunin si Eve di dalam,” ujar Soraru.
Ia berlalu meninggalkan mereka dengan Mafumafu yang menatap hingga ke belakang. Tiba-tiba, Luz menepuk bahunya. “Jangan khawatir, ia tidak ingat apa-apa sekarang”
Mendengar ini, Mafumafu agak terperangah. “Bagaimana denganmu? Kenapa kau masih bisa ingat?”
“Kau lupa apa kekuatanku?”
Mafumafu agak terbelalak sebelum tiba-tiba tertawa kecil. “Benar juga.”
“Hei, ayo kesini!” Seru Shima.
KAMU SEDANG MEMBACA
After the End || SoraMafu [ END ]
Fantasi❇️ Utaite Fanfiction❇️ Kerajaan telah hancur, perang telah usai. setelah tidak ada lagi yang tersisa, kemana dia harus pergi? Mafumafu, satu-satunya penyihir tingkat 10 di belahan dunia lain diberi kesempatan oleh takdir untuk hidup di dunia yang te...
![After the End || SoraMafu [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/311885877-64-k534172.jpg)