Yuk vote dan komennya dibanyakin
biar aku semangat fast update
▪︎▪︎◇▪︎▪︎
"Apa kau sudah memberitahunya?"Jaemin berbaring di sofa tempat di mana Jaehyun biasanya tidur ketika menemani Jeno. Sementara Jeno sedang menyantap makanan yang dibawa Jaemin. Laki-laki tiba tiga puluh menit lalu dengan membawa banyak sekali barang, beberapa komik, buku bacaan—entah mengapa Jaemin membawanya, padahal ia tahu jika Jeno tak terlalu suka membaca buku—gitar lama Jeno yang sebelumnya tertinggal di rumahnya, berbagai macam snack dan berbagai jenis masakan buatan ibunya.
Setelah ibunya mengetahui rencana Jaemin untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Jeno, maka ibunya langsung membuatkan berbagai makanan kesukaan Jeno. Sejak sekolah dasar keduanya sudah sering bermain bersama, entah Jeno yang berkunjung ke rumah Jaemin atau sebaliknya—hal tersebut membuat orang tua Jaemin mengenal Jeno dengan baik dan sebaliknya.
Jeno terbatuk beberapa kali mendengar penuturan Jaemin, Jeno meneguk air mineral lebih dahulu sebelum menimpali ucapan Jaemin. "Buat apa?"
Tanpa melirik sedikit pun, Jaemin menimpali ucapan Jeno. "Agar dia tahu, Jung Jeno." Kata Jaemin. "Memangnya apa lagi tujuannya selain itu?"
Jeno hanya mengangkat bahunya, acuh. Beberapa saat lalu Jeno menceritakan semua hal yang terjadi antara dirinya dengan Nara pada Jaemin, sontak hal tersebut langsung membuat Jaemin heboh bukan main—bahkan sampai ia mendapat teguran dari perawat karena mengganggu ketenangan pasien lain.
Jeno menceritakan ketika pertama kali melihat Nara di toko buku, bagaimana perkenalan mereka, fakta bahwa rumah mereka saling berdekatan dan yang terakhir fakta bahwa Jeno menaruh hati pada gadis bermarga Seo itu. Untuk poin terakhir Jeno sempat ragu, namun setelah mendengar cerita Jaehyun —bagaimana kedua orang tuanya saling jatuh cinta kemudian memutuskan untuk menikah—akhirnya Jeno yakin.
Jeno bukan tidak ingin memberitahu perihal perasaannya kepada Nara, namun ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan setelahnya. Belum tentu Nara juga mempunyai perasaan yang sama dengan Jeno, kalaupun Nara juga merasakannya apakah gadis itu bisa menerima keadaan Jeno yang seperti ini. Gadis gila mana yang akan menerima ku yang cacat ini.
Maka Jeno tidak menjawab pertanyaan Jaemin.
Jaemin bangun ia duduk menghadap Jeno, "aku bisa membaca pikiranmu, kalau kau tahu Jung Jeno."
"Kalau begitu, coba katakana apa yang aku pikirkan."
Jaemin melipat tangan di dada, "Nara tidak seperti apa yang kau pikirkan, aku rasa dia bisa menerimamu apa adanya jika dia memang mencintaimu." Kata Jaemin. "Sampai kapan kau akan menganggap rendah dirimu sendiri? Apa? Cacat? Siapa yang bilang? Kau itu bisa sembuh, Jung Jeno."
"..."
"Kenapa kau hanya diam?" Jaemin menimpali. "Aku mengenal mu sudah cukup lama, aku bisa mengerti apa yang kau pikirkan apa yang menjadi ketakutanmu."
Berteman dengan Jeno dalam kurun waktu yang lama tentu saja membuat Jaemin mengenal Jeno luar dalam, mengerti karakter dan pola pikir Jeno. Kalaupun ada yang bertanya siapa yang paling mengenal Jeno selain Jaehyun jawabannya adalah Jaemin. Bodoh! Tentu saja dia paham apa yang kau pikirkan, Jen.
"Lalu, bagaimana?" Jaemin kembali melempar tanya. "Apa kau akan memberitahunya atau hanya diam tanpa melakukan apa pun."
Jeno mengindikkan bahu, "aku tak tahu."
"Padahal aku sudah senang saat kau mengatakan tertarik padanya." Kata Jaemin. "Sebelumnya aku mengira kau tak tertarik dengan gadis, kalau kau tahu."
"Aku juga laki-laki normal, Na." Kata Jeno. "Hanya saja aku menunggu waktu yang tepat, selama ini tidak ada satu pun gadis yang menarik perhatianku. Namun ketika aku melihat Nara, gadis itu mampu menarik perhatianku dan aku rasa aku sudah menemukannya. Gadis yang tepat."

KAMU SEDANG MEMBACA
Dad, I'm Dying | JENO ✓
Fanfiction[ANGST] [SICK] [JENO] [JAEHYUN] Ini bukanlah sesuatu hal yang istimewa, ini hanyalah sebuah catatan seorang remaja bernama Jung Jeno yang di pilih oleh sebuah penyakit aneh. *** #1 sadending 06072022 #7 jeno 20092022 bahasa | semi baku Pict. Cr. Pin...