Yuk vote dulu sebelum baca, setelah vote boleh spam komentar
Happy Reading~▪︎▪︎◇▪︎▪︎
Seperti yang dikatakan oleh Jaehyun sebelumnya. Beberapa hari lalu Jeno terjatuh ketika ia memaksakan diri untuk ke kamar mandi sendiri tanpa dibantu oleh orang lain. Setelah kejadian itu, banyak hal yang mengganggu pikiran Jeno.
Meskipun ia telah mendapatkan banyak metode pengobatan dan terapi namun ia merasa jika semua itu tak terlalu berpengaruh secara signifikan pada tubuhnya. Kedua kakinya masih belum bisa digerakkan sampai detik ini, penglihatannya belum jelas sepenuhnya, ia sering mengalami nyeri pada seluruh anggota tubuh dan bahkan ia kesulitan untuk menulis karena jemarinya terasa sakit, nyeri bahkan terkadang kaku sampai mati rasa. Tak jarang ketika ia sedang merasa nyeri dan sulit untuk menggerakkan jemarinya ia harus di suapin oleh orang lain ketika ingin makan.
Seperti hal nya pagi ini, hari ini adalah hari minggu yang artinya Jaehyun libur sehingga ia mengurus seluruh keperluan Jeno mulai dari menyuapi Jeno makan kemudian membantunya untuk mandi.
"Aku merasa kembali menjadi bayi lagi jika di urusin sampai seperti ini, yah."
Jaehyun tertawa kecil kemudian mengusak rambut Jeno, "kau itu kan memang bayi, Jen." Kata Jaehyun. "Ayah jadi ingat waktu kau baru lahir dulu." Jaehyun tertawa mengingatnya.
Seperti janji Jaehyun sebelumnya, hari ini mereka akan bersepeda bersama dengan Jaemin. Awalnya dokter Seo tidak memberikan izin, namun setelah Jeno terus menerus meminta akhirnya izin diberikan dengan catatan mereka harus berada di dekat rumah sakit sehingga jika terjadi sesuatu Jeno bisa dibawa ke rumah sakit dan mendapat penanganan cepat.
"Ayah... Wanita itu, maksudnya ne-nek, nenek Jung apakah orang yang baik?" Jeno melempar pertanyaan ketika Jaehyun sedang menyiapkan beberapa keperluan yang harus di bawa untuk nanti mereka bersepeda.
Jaehyun mengiyakan ucapan Jeno, "nenek tidak pernah memarahi ayah atau bersikap keras pada ayah meskipun dulu-ya-dulu ayah nakal." Jaehyun tertawa kecil. "Namanya juga anak muda."
"Lalu mengapa baru sekarang ayah mengenalkan Jeno pada nenek, kenapa tidak dari dulu?"
Jaehyun diam selama beberapa saat, namun bukannya menjawab ucapan Jeno justru Jaehyun mengalihkannya. Ia mencoba menghindari obrolan sensitive seperti ini, sekarang bukan waktu yang tepat untuk bercerita tentang masa lalu Jaehyun kepada Jeno.
"Lebih baik kau segera meminum obatmu dan kita bisa berangkat."
Jeno tak mengatakan apa pun setelahnya, ia melakukan apa yang Jaehyun perintahkan. Setelah semua nya siap, akhirnya mereka berdua pergi. Hari ini Jaemin menjemput mereka berdua dengan seorang sopir, tidak memungkinkan bagi Jeno untuk menggunakan transportasi umum dengan keadaan seperti sekarang.
Jaehyun membantu Jeno untuk masuk ke dalam mobil sementara Jaemin melipat kursi roda dan memasukkan nya ke dalam bagasi. Mereka bertolak menuju salah satu taman yang ramah dengan pesepeda, mereka sengaja memilih lokasi yang terdekat dengan rumah sakit dan hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai di lokasi.
Jaemin telah siap dengan sepedanya sementara Jeno—terpaksa harus di bonceng oleh Jaehyun. Mereka berkeliling disekitaran taman, Jaemin sengaja memperlambat laju sepedanya dan berada di belakang pasangan ayah dan anak itu. Dari belakang, Jaemin bisa melihat punggung keduanya. Hal ini mengingatkannya pada kenangannya dulu dengan Jeno saat keduanya sering bersepeda bersama hampir setiap akhir pekan.
"Aku menang!" Teriakan Jeno saat ia mencapai garis finish. "Aku bisa mengalahkanmu, Na."
"Kau curang, Jung!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Dad, I'm Dying | JENO ✓
Fanfic[ANGST] [SICK] [JENO] [JAEHYUN] Ini bukanlah sesuatu hal yang istimewa, ini hanyalah sebuah catatan seorang remaja bernama Jung Jeno yang di pilih oleh sebuah penyakit aneh. *** #1 sadending 06072022 #7 jeno 20092022 bahasa | semi baku Pict. Cr. Pin...