Yuk vote komen nya dibanyakin biar aku semangat update
Kalo rame kan fast update, kalo sepi nanti aku ngilang lagiApa perlu nentuin target vote komen dulu baru update?
▪︎▪︎◇▪︎▪︎
Sebentar lagi gelap namun Jaehyun tak kunjung datang. Jeno mendapati kelambu yang tertiup angin lantaran jendela belum di tutup. Ia bangun dari tempat tidur, sekuat tenaga mengambil tongkat untuk menopang tubuh dan membantunya berjalan.
Satu dua tiga langkah mendekat ke jendela namun ketika kakinya hendak melangkah untuk keempat kalinya ia merasakan nyeri pada lengan dan kedua kakinya mati rasa membuat keseimbangannya terganggu berakhir dengan Jeno yang terjatuh. Ia mengaduh kesakitan, saat dagunya yang lebih dulu menghantam lantai dengan keadaan kaki yang lurus ketika terjatuh.
Kenapa rasanya sakit sekali.
Mata Jeno membulat seketika saat menyadari darah segar mengalir di lantai yang berasal dari dagunya. Ia berusaha untuk bangun namun kedua kakinya masih mati rasa dan begitu sulit untuk di gerakkan. Posisi Jeno saat ini adalah menelungkup.
Refleks tubuhku kembali memburuk.
Jeno mengaduh kesakitan sembari mencoba untuk bangun, namun memang sesulit itu. Tak berapa lama, pandangannya mulai mengabur saat kepalanya terasa begitu pening.
Apa yang terjadi padaku?
Pada akhirnya Jeno berteriak sekeras mungkin, ia terlalu terkejut dengan serangan yang tiba-tiba menimpanya sedangkan ia tak bisa melakukan apapun. Teriakan Jeno bisa di dengar sampai keluar ruangan, seorang pengunjung yang sedang lewat mendengar teriakan Jeno ia bergegas masuk ke dalam ruangan dan langsung menekan tombol emergency.
Beberapa perawat dan dokter jaga datang setelahnya. Jeno di tolong kemudian di tidurkan kembali ke tempat tidur. Dokter langsung memberikan pertolongan pertama ia membersihkan luka Jeno memberikan obat tetes luka lalu menutupnya dengan perban. Kini bisa di lihat bahwa dahi, dagu dan pipi Jeno telah di balut perban. Luka yang sebelumnya belum kering harus ditumpuk dengan luka baru.
Setelah luka Jeno di obati, dokter memeriksa tubuh Jeno termasuk kedua tangan dan kakinya.
"Jeno, apakah kau bisa melihat jari dokter ada berapa?" Dokter itu menunjukkan dua jari pada Jeno, namun Jeno hanya menggeleng. Begitu juga ketika dokter menambah jarinya menjadi lima Jeno tetap menggeleng. Dokter kemudian menekan tangan dan kakinya bergantian sembari bertanya, "apa yang kau rasakan, apakah sakit jika dokter menekan sebelah sini?" Jeno kembali menggeleng.
"Saya tidak bisa merasakan apapun, dokter."
Dokter mengakhiri pemeriksaannya kemudian memberikan kode pada perawat untuk segera memanggil dokter Seo.
Lima menit kemudian dokter Seo datang dan menanyakan keadaan Jeno kepada dokter jaga yang sebelumnya menolong Jeno. "Serangan terjadi pada mata, tangan dan kaki. Kemudian keseimbangannya juga terganggu yang mengakibatkan ia terjatuh dengan dagu yang membentur lantai terlebih dahulu."
Dokter Seo mengangguk kemudian memeriksa Jeno, ia melihat respon mata Jeno. "Jeno apakah kau bisa melihat dokter?"
"Semuanya buram, tidak jelas."
Dokter Seo berpindah ke tangan, "apakah terasa sakit jika dokter menekan bagian sini?" Jeno menggeleng. "Saya tidak bisa merasakan apapun." Hal yang sama terjadi ketika dokter Seo menekan kaki.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dad, I'm Dying | JENO ✓
Fiksi Penggemar[ANGST] [SICK] [JENO] [JAEHYUN] Ini bukanlah sesuatu hal yang istimewa, ini hanyalah sebuah catatan seorang remaja bernama Jung Jeno yang di pilih oleh sebuah penyakit aneh. *** #1 sadending 06072022 #7 jeno 20092022 bahasa | semi baku Pict. Cr. Pin...