Chapter 9

7K 450 1
                                        


Bagus yaa... Belum vote udah lanjut baca aja!!!

Vote dulu baru lanjutt!!!



Saat di ruang OSIS mereka semua mulai membagi tugas nya, victor dan erick beritahukan ke kels 10 mesa dan lara ke kelas 12 dan aiden dan Bima ke kelas 11.

Setelah pembagian tugas mereka semua mulai menjalan kan tugas nya,mereka pergi dari kelas yang berturut mulai dari IPA trus IPS dan saat itu aiden kebetulan masuk di kelasnya vino.

Dia meminta ijin kepada guru yg sedang mengajar untuk memberikan pengumuman penting dari pihak sekolah.

disaat Bima yang dengan tegas dan lantang dengan sikap tegap dan  tangan di kepal yang disatu kn ke arah belakng seperti istirahat di tempat namun dalam posisi yang tegap.

Dia mulai berbicara membuat tidak ada satu orang pun di kelas itu yang bicara selain dirinya, dan di saat itu pula pasangan aiden hanya tertuju ke satu cowok yang ada di kelas itu.

Cowk itu duduk di sebelah kanan meja barisan ke 2 dari depan yang tampaknya juga mengamati apa yang disampaikan kan oleh OSIS tersebut namun pandangan aiden hanya tertuju pada nya

Dan disaat bima telah selesai dengan apa yg di ucapannya kini bima menanyakan kepada aiden apakah ada kata kata yang ingin di tambahkan darinya, namun aiden hanya diam dan melamun dengan mata tertuju kearah vino

Bima yang sadar akan hal itu pun kemudian menyenggol lengan kanan  aiden.

"Lo kenapa? " bisik Bima kepadanya.

"Gkpp" ucapnya singkat.

"Udah? " tnya nya

Bima hanya menggangguk sambil menatap aiden.

"Lo gk ad yg mau lo sampaikan?" tanya Bima

"Enggk" jawbnya.

Dan setelah itu pun mereka pamit kepada guru pengajar dan saat mereka sudah keluar guru itu pun kembali mengajar.

Dan saat mereka sedang berjalan di Koridor Bima membuka pembicaraan kepada nya.

"Gue liat lu dari tadi mandangin seseorang tanpa kedip dikelas itu" ucap Bima sambil berjalan.

".... "

"Lo suka sama cowk itu den?" tanya Bima to the point

"Enggk" jawbnya singkat.

"Namanya vino... Dia emang orang nya manis dan imut... Gue aj sampek bisa suka sama nya" ucap Bima blak blakan.

"Lu suka sama dia?" tanya aiden balik.

"Iyah... Soalnya dia maniss... Gue berharap banget nnti dia datang ke ruang OSIS dan mau ikut lomba itu jadi gue bisa liatin dia" jawbnya.

Aiden hanya diam tapi tidak dengan hatinya, entah mengapa hatinya sangat tidak Terima dengan apa yang dikatakan dari Bima tadi kalo dia suka sama vino.

Itu rasa nya membuat hati aidan panas dan merasa sesak dan membakar bangett di hati Aiden.

                                •••

Saat les ke 2 pelajaran, kebetulan banget dikelas nya vino lagi free jadi gak ada guru masuk karna guru nya emng gak masuk sekolah hari ini jadi mereka bisa bebas deh.

Ada yang pergi ke kantin ada yg udah
pindah tempat duduk dan ada yang nongkrong depan pintu.

Dan saat ini vino sedang kehilangan teman nya karna tadi dia meninggalkan untk pergi ke kamar mandi namun sayang nya gio udah gak ada di kelas nya lagi, vino mencari gio di kantin juga gak ada dan akhir nya dia pun mengechat gio menanyakan keberadaannya.

aat vino sampai di ruang OSIS dia langsung nyamperin gio yang lgi berdiri nunggu antrian untk mendaftar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

aat vino sampai di ruang OSIS dia langsung nyamperin gio yang lgi berdiri nunggu antrian untk mendaftar.

Dan pada saat itu kebetulan aiden juga ada di ruangan itu untuk mengawasi dan dia tidak sengaja melihat ke arah pintu ternyata ada vino dan teman nya.

"Ehh... Vino... Mau daftar jugaa?" Bima mendekat kearah Vino yang ada di belakang gio.

"E.. Enggk kak... Cuman nemenin temen aja" jawb nya.

"Loh knp kamu gk ikutt jugaa?" tanya Bima.

"Gk tertarik kak... Maaf" ucapnya.

"Ouh gitu yaudah deh" Bima kemudian pergi untk melihat yang lainnya.

Tanpa disadari tadi aiden mengepal kan tangan nya ketika melihat  bima dan Vino mengobrol... Meskipun hanya mengobrol biasa.

Dan saat sudah selesai gio dan Vino pun akhir nya pergi dari ruang OSIS namun saat mereka melewati koridor tangan Vino di pegang oleh aiden.

Vino sontak kaget dan berbalik begitu juga dengan gio.

"A... Ada apa ya kak?" tanya Vino

"Ikut gue sbntr" ucap nya kemudian menarik Vino tanpa menunggu balasan dari sang empuh... Meninggal kn gio yg masih kebingungan dirinya harus apa.

Saat ini mereka sudah ada di kamar mandi... Aiden mengunci pintu kamar mandi kemudian mulai mengurung tubuh Vino agar tidak bisa pergi kemana mana.

"Lo suka sama Bima?" Aiden langsung to the point aja.

"H... Haa?" Vino terlihat kebingungan dengan ucapan Aiden barusan. Dia tidak mengerti apa yg dimaksud dari ketua OSIS tersebut.

"Gue tanyak... Lo suka Bima?" kini suara Aiden sedikit meninggi sambil menekankan kata "suka."

"Kak Bima OSIS??...e... Enggk kak... Gu-gue gk sukaa" ucapnya gugup

"Gue tekankan lagi ya lo itu emang manis tapi jangan pernah lo cari muka di depan OSIS karna itu akan sia sia" ucap Aiden

Aiden kemudian melonggarkan jarak di antara mereka memberikan ruang pernapasan untuk Vino saat ini.

Dan tanpa aba aba.... Humpppphhh... Aiden langsung mencium bibir lembut Vino... Membuat Vino kaget dan membelalakkan matanya

"Humphh..... Mhhh" Vino memberontak sebisa mungkin... Dia memukul dada Aiden namun Aiden tidak menggubris hal itu.

Aiden meletakkan tangan nya di pinggang vino dan menariknya sedikit lebih dekat dengannya kemudian melingkarkan tangannya.

Saat dirasa Vino sudah mulai kehabisan nafas Aiden langsung menyudahi ciuman itu.

Dan dengan nada terengah engah Vino kemudian meninju pipi Aiden dengan cukup keras.

"Maksud lo apa hah?" tanya Vino dengan nada yang sedikit meninggi dan marah karna di perlakukan seenak nya oleh ketua OSIS itu.

"Gu-gue" kini Aiden tergugup kaku dia tidk sadr sama sekali apa yang di lakukan nya barusan kepada Vino.

"Bangsat" Vino mendorng Aiden menjauh darinya kemudian membuka pintu kamar mandi dan pergi dari sana meninggalkan Aiden yang masih terdiam bingung.

TBC.

Hai... Jangn lupa vote dan follow wp aku... Makasih🤗🤗🤗

AIDEN [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang