Sumba, NTT
Setelah meninjau beberapa lokasi yang akan dijadikan cafe, Arka merengek seperti anak kecil ingin segera ke penginapan yang sudah Arka booking. Arkana tertawa melihat tingkah aneh sang suami yang tidak biasanya namun sebenarnya Arka memang tipe pria Dominan, apapun kehendaknya harus di penuhi maklum Arka itu anak kesayangan. Mereka mengedarai mobil yang Arka sediakan, menurut penuturan pria itu ini adalah mobil salah satu lettingnya. Menempuh jarak yang lumayan jauh sekarang sampai lah mereka di NIHI hotel sumba membuat Arkana melongo ini termasuk hotel terbaik di dunia dan harganya tidak main-main. Walaupun Arkana anak pengusaha namun untuk urusan liburan biasanya ia lebih memilih yang ramah di kantong.
"Wahh ... bahkan aku yang seorang selebrity chef saja berpikir berkali-kali untuk nginap disini, suamiku memang Subhanallah banget ya. Bukan duit nepotisme kan mas?" Ejek Arkana
"Kamu kira dengan gaji ku bisa nyewa disini ... kamu tau gak bahwa suamimu ini juga punya bisnis ... sayang" bisik Arka "dan ini semua uang Halal"
"Bisnis apa sih?" Tanya Arkana penasaran
"Ada deh ... kepoo ya" ejek Arka sambil menggelitiki Arkana,
"Jual beli perempuan atau jual beli organ?"
"Astagfirullah, dosa loh mikir negatif sama orang apalagi suami sendiri ... nanti kamu masuk neraka lo"
Arkana berdecak kesal lalu berjalan cepat meninggalkan Arka, Arka menyusul sambil menggoda Arkana yang merajuk.
"Baguskan pemandangannya sayang?" Pujuk Arka sambil memeluk Arkana dari belakang yang sedang menikmati pemandang dari kamar mereka. Arkana melepaskan pelukan Arka lalu meninggalkan Arka sendiri, kesal dengan sang suami ia memilih untuk berendam di bathup. Arkana memejamkan matanya menikmati wangi aroma therapi dari lilin, kenikmatan itu berakhir ketika ada seseorang masuk ikut berendam tanpa permisi.
"Jangan marah dong ... kita kan ke sini untuk honeymoon, madu gak ada yang kecut lo sayang" bujuk Arka sambil membelai-belai punggung mulus Arkana, namun si pemilik masih enggan berbicara tapi memejamkan mata menikmati belaian suaminya. Oh Tuhan bolehkan Arkana berharap lebih pada suaminya dan pernikahan ini, ia harus akui ia sudah menjatuhkan hatinya pada sang suami yang aneh ini.
"Sayang ... plis jangan diam"rancau Arka menggila diabaikan Arkana, Arka lebih baik berdebat dengan Arkana daripada di diamkan seperti ini. Arka menggila bila Arkana diam padanya, Arka benci di posisi ini.
"Aku ada bisnis peternakan ayam potong dan perkebunan kelapa sawit ... nanti kamu bakal aku bawa ke situ ya sayang" jelas Arka yang berharap Arkana respon.
"Telat" balas Arkana yang sudah akan berdiri namun di tarik oleh Arka. Arka mencium lembut bibir istrinya, sangat lembut seperti biasa membuat Arkana kalah dan membalas. Arkana mengalungkan tangannya pada leher suaminya, ciuman itu berakhir saat keduanya membutuhkan oksigen. Arka tersenyum lalu tangannya membelai wajah Arkana dan diakhiri jempol Arka membelai bibir Arkana sambil menatap Arkana dengan penuh Arti.
"Lapar" rengek Arkana,
"Aku mandi duluan ya biar pesan makanan" jelas Arka yang bangkit menuju shower yang di batasi kaca, tubuh Arkana menggila melihat Arka berjalan telanjang lalu mandi di bawah guyuran shower yang dengan jelas Arkana bisa melihatnya. Arkana menelan salivanya, otaknya menggila hingga memiliki keberanian mendekati Arka lalu memeluk pria itu dari belakang. Arka membalikkan badannya ketika merasakan tangan Arkana, otak Arkana memang menggila kini tangannya mulai membelai dada bidang Arkan sambil merasakan otot yang begitu kekar dan kokoh. Ini bukan rencana Arkana untuk menjahili sang suami, tapi ini sungguh keinginan gila otak bercampur birahinya yang membuatnya seperti bicth.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sexy Enemy
RomansaOrang bilang bila menemukan cinta sejati itu seperti mencari bunga yang indah di dalam hutan namun kalian harus ingat ketika sudah menemukannya jangan menganggap kalian akan menemukannya yang lebih indah lagi di tempat lain, Karena cinta tidak sesim...
