Sudah hampir 5 bulan Arkana tinggal di pulau dewata ini bersama anaknya, ia sengaja meninggalkan Jakarta karena ia sedang mengandung anak Arka. Arkana tidak ingin merasa sakit hati ketika melihat Arka bersama wanita neraka itu, hal itu mungkin akan mempengaruhi janin yang ada di dalam rahimnya cukup dulu ia stres akibat melihat Arka berciuman sampai ia harus mengabaikan anaknya berbulan-bulan. Setelah melahirkan Amira memang Arkana tidak memasang atau memakai kontrasepsi apapun, Arkana yakin ini benih Arka saat malam dimana Arka memperkosanya di mobil lalu berlanjut di hotel.
"Kalian baik didalam ya sayang walaupun papi lagi lupain kita dan gak tahu kalian ada tapi mami yakin papi gak niat" ucap Arkana sambil mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat karena ia sedang mengandung dua janin sekaligus, Arkana memutuskan pergi ke Bali dan tinggal di villa mewah hadiah Arka untuknya.
Arka pulang ke villanya setelah puas menikmati sunset di pinggir pantai, villa yang dibeli oleh Arka memang terletak dekat dengan pantai jadi untuk menikmati sunset ia hanya perlu berjalan kaki. Ia tinggal sendiri di villa ini karena Amira beberapa minggu yang lalu dibawa kedua orang tuanya kembali ke Jakarta, mereka tidak tega bila Arkana yang sedang mengandung harus mengurus Amira yang sedang aktif-aktifnya awalnya Arkana berat namun mamanya meyakinkan nya. Setiap pagi akan ada pembantu yang membersihkan villa itu lalu pulang pada sore harinya dan sore ke malam hari Arkana akan sendiri karena memang ia butuh waktu sendiri.
"Sudah main sembunyi-sembunyinya sayang" mendengar suara yang sangat ia kenal sekaligus ia rindukan membuat Arkana membisu, Arka bangkit dari sofa yang menutupi tubuhnya lalu menatap Arkana yang sedang membisu dan pandangannya terhenti pada perut Arkana.
"Kamu hamil lagi sayang?" Arka begitu antusias mendekati Arkana lalu mengelus perut Arkana. Bukankah Tuhan begitu baik pada Arka dan itu artinya Arkana tidak bisa meninggalkannya.
"Kamu sudah ketemu suamiku?" Tanya Arkana sok cuek pada Arka padahal hatinya begitu merindukan suaminya dan segala kehangatannya.
"Sudah" jawab Arka singkat namun tangannya masih setia mengelus perut Arkana. Sepertinya Arkana dan bayinya ingin Arka tetap mengelus perutnnya. Tangan besar Arka begitu hangat dan menjalarkan kehangatan kedalam tubuhnya.
"Sudah kamu sampaikan permintaanku?" Ujar Arkana lagi.
"Aku gak akan pernah ceraikan kamu sayang, dalam mimpipun kamu hanya akan jadi milikku" ujar Arka penuh penekanan lalu tangannya mulai menyusup ke dalam kaos yang sedang Arkana gunakan, Arkana menggigit bibirnya dan menutup matanya menikmati sensasi yang diberikan Arka. Sungguh Arkana merindukan setiap sentuhan Arka pada setiap inci kulitnya.
"Aku mau jenguk anakku" tubuh Arkana seketika melayang lalu ia membuka matanya dan mengalungkan tangannya pada leher Arka sambil menatap lekat wajah suaminya yang sangat ia rindukan. Arka meletakkan tubuh Arkana di atas ranjang lalu menciumi tubuh Arkana yang ia mulai dari kaki hingga wajah dan meninggalkan bekas kepemilikannya di area-area tertentu, Arka menanggalkan semua baju milik Arkana dan miliknya hingga tandas. Kali ini Arka bermain sangat lembut karena takut akan membahayakan anaknya di dalam rahim Arkana, hingga keduanya mendapatkan beberapa kali pelepasan yang menakjubkan bahkan membuat Arka seperti melayang tinggi.
"Kenapa kamu ninggalin aku sayang?" Tanya Arka sambil menetralkan nafas usai percintaan panas mereka.
"Aku gak mau lihat suamiku bermesraan dengan wanita lain bahkan sampai bertukar cairan kenikmatan" berhubung Arka sudah tahu bahwa dirinya suami Arkana maka Arkana menyampaikan kegundahan hatinya. Ia tidak ingin kehamilannya tergangu oleh rasa cemburunya pada Sheila dan Arka juga tidak salah sepunuhnya.
"Kamu tahu?" Tanya Arka khawatir, alasan masuk akal yang mungkin secara tidak langsung sudah menyakiti hati istrinya begitu dalam.
"Aku tahu wanita itu datang padaku, dia bilang suamiku begitu gagah dan kuat di atas ranjang bahkan dia bilang kalian tidak pakai pengaman. Yang lebih menyakitkan dia bilang kau terus menyebut namanya saat percintaan panas kalian... hatiku hancur sampai hampir gila mas, membayangkan dia berada di bawahmu dan aku takut bila benihmu tumbuh di rahimnya" setiap malam Arkana memang menangis membayangkan Arka berada di atas tubuh wanita lain, bergerak mencari kenikmatan dengan keringat yang membasahi seluruh tubuh mereka. Membayangkan bagaimana cairan hangat milik suaminya disemburkan ke dalam rahim bukan milik Arkana, yang mungkin nantinya bisa tumbuh menjadi kehidupan lain. Dan itu artinya Arkana akan benar-benar harus merelakan Arka. Seorang abdi negara hanya diperbolehkan memiliki satu istri. Ingat satu istri sah yang diakui negara.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sexy Enemy
RomantizmOrang bilang bila menemukan cinta sejati itu seperti mencari bunga yang indah di dalam hutan namun kalian harus ingat ketika sudah menemukannya jangan menganggap kalian akan menemukannya yang lebih indah lagi di tempat lain, Karena cinta tidak sesim...
