Almiera - Tujuh

1.3K 97 0
                                        

Almiera tengah mengeringkan rambutnya selepas mandi dan bersiap untuk makan malam bersama dengan Shanon.

Hari ini dia sengaja meminta ijin untuk pulang tepat waktu dari kantor agar bisa memasak dan makan bersama puteri semata wayangnya itu.

Menu kesukaan Shanon selesai dia masak, sembari menunggu Shanon selesai menelepon Chloe temannya, Almiera memilih mandi dan bersiap.

Selesai mengeringkan rambutnya dia berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengganti handuk mandi dengan piyama santai, namun dia menemukan salah satu laci lemari tidak tertutup rapat.

Alis Almiera berkerut sekilas. Laci yang tampak terbuka itu adalha laci yang paling jarang dibuka karena isinya dokumen-dokumen.

Almiera menarik laci itu dan melihat isinya. Terlihat sebuah kotak juga tidak tertutup rapat. Almiera menarik kotak itu dan mengeluarkan isinya.

Ada polis asuransi rumah, polis asuransi kendaraan, juga beberapa buku tabungan. Almiera memerksai lagi dan menemukan paspor dirinya juga paspor Shanon. Tapi dia tidak menemukan milik Panji.

Matanya membuka lebar, seolah dia baru saja tersadar akan satu hal. Panji sedang mengurus perjalanan ke luar negeri? Atau justru dia sudah berada di luar negeri?

Almiera menelan ludah, jantungnya berdegup kencang sementara pikirannya menjadi gusar. Dengan hati dan perasaan yang tak menentu dia menata kembali semua dokumen itu dan memasukannya kedalam laci.

Dia mengambil kunci dari dalam laci itu dan menguncinya. Setelah mengunci lacinya, dia memilih untuk menyembunyikan kunci di sebuah kotak kecil dan menyimpannya di laci lainnya.

Setelah melakukan semua itu, Almiera jatuh terduduk di lantai, dia memegangi wajahnya yang mendadak pucat. Matanya berkaca, tatapannya nanar, dan dia terlihat begitu kacau.

"Ma..." Suara Shanon membuyarkan lamunannya.

"Iya sayang, mama ganti baju. Kamu turun aja dulu nanti mama nyusul." Teriak Almiera setelah memastikan suaranya terdengar cukup wajar.

Almiera bangkit dari tempatnya terduduk dengan helaan nafas yang begitu berat. Setelah mengganti pakaiannya, dia juga menyempatkan diri mengganti ekspresinya sebelum menghampiri Shanon di ruang makan. Dia benar-benar ingin terlihat sewajar mungkin di hadapan puterinya itu.

"Bi Sum udah makan ya?" Tanya Almiera begitu sang asisten rumah tangga berniat kembali ke kamarnya.

"Sudah bu." Jawabnya sopan.

"Makan aja bareng kita bi." Almiera menawarkan.

Bi Sum tersenyum. "Saya sudah kekenyangan bu." Tolaknya halus. "Saya mau nonton sinetron dulu bu."

"Oh, pantesan di ajak makan nggak mau." Seloroh Shanon. "Pasti mau nonton sinetron ABG ya..." Godanya lagi.

"Hush,... Shanon." Almiera tersenyum ke arah Bi Sum.

"Mama tahu nggak, pas mama belum pulang tu bibi nonton drama Korea. Dia suka sama cowo-cowo ganteng Korea gitu." Shanon tampak mengadu tapi Almiera hanya terbahak.

"Ih non Shanon nggak asik, suka buka-buka rahasia." Protes bi Sum. "Udah ah, keburu sinetron bibi mulai." Wanita bertubuh sintal itu segera berhambur ke kamarnya di belakang menyisakan Shanon dan ibunya.

"Nih, makan yang banyak." Almiera menuangkan makanan di atas piring Shanon dan menyodorkannya ke hadapan puterinya itu.

"Ih mama, aku nggak pakai nasi." Protesnya.

"Pakai dikit nggak papa Shanon, kamu masih masa pertumbuhan ngapain diet?" Almiera memaksa.

"Aku nggak mau gendut."Jelas gadis remaja itu pada ibunya.

AlmieraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang