Bagaimanapun aku berusaha untuk menjadi kuat, aku akan terus gagal, karna takdirku adalah menjadi lemah - New Thitipoom.
*
*
Seminggu kemudian..
Sudah satu minggu berlalu sejak New pulang dari rumah sakit waktu itu. Dan sudah satu minggu ini juga New kembali bersikap normal, di depan Tay.
Ya, hanya di depan Tay.
New terlihat baik-baik saja di depan Tay. Walaupun sebenarnya ia sedang tak baik-baik saja.
Penyakit itu sudah mulai kembali menyerang tubuh New. New sudah mulai kehilangan fungsi tubuhnya lagi, namun Tay tak pernah tahu itu.
Kini pandangan New semakin buram. New tak bisa lagi memegang benda yang lebih berat dari pulpen. Dan beberapa kali juga New tak bisa berjalan, bahkan berdiri.
Walaupun tanda-tanda penyakitnya mulai muncul, New tetap berusaha untuk terlihat baik-baik saja. New sangat tahu jika sakitnya ini hanya akan membuat Tay susah. New tahu penyakitnya ini akan membuat Tay sedih.
New berusaha menutupinya demi Tay. Setidaknya hanya itu yang bisa New lakukan saat ini. Bertahan.
Seperti saat ini, New sedang sarapan bersama Tay sebelum berangkat menuju kampus. New meminta Tay untuk menyuapinya. Alasan New adalah karna ia sedang ingin bermanja-manja, padahal yang sebenarnya terjadi adalah New sedang tak bisa memegang sendok sekarang ini.
"Aaaaa.." New membuka mulutnya dengan lebar dan membuat Tay tersenyum.
Tay mengarahkan garpu berisi potongan sandwich ke arah New.
New langsung memakan sandwich itu dengan lahap. Melihat Tay tersenyum seperti ini membuat dada New sangat sesak.
Te.. Bagaimana jadinya kelak kamu tanpa aku?
"Enak?" Tanya Tay.
New mengangguk pelan, "buatan kamu kapan sih pernah jelek?"
Tay tersenyum tanpa bisa membalasnya karna kini ia kembali menyuapi New.
Setelah sarapannya habis, Tay pergi untuk mengambil barang-barangnya, meninggalkan New sendirian di ruang makan.
New menggertakkan giginya dengan kuat dan kini berusaha untuk berdiri dengan berpegangan pada meja makan.
Perlahan New mulai berdiri dengan susah payah, kakinya benar-benar sangat lemas seperti tak memiliki tenaga sama sekali.
Tapi New tak menyerah, ia harus bisa demi Tay. New terus berusaha untuk bisa berdiri.
Namun detik berikutnya New kembali terjatuh, duduk di atas kursinya.
New gagal.
New mendesah kesal. Tapi masih tak menyerah dan kembali berusaha untuk berdiri.
Perlahan tubuhnya mulai bangun walau sedikit gemetar.
Ayo Hin, jangan lemah. Kuatlah demi Te. Itulah yang New terus katakan di dalam hatinya.
Dan benar saja, akhirnya New berhasil untuk berdiri.
Senyuman New langsung mengembang. New bahagia karna dirinya masih bisa berdiri.
"Hin, ayo berangkat," ujar Tay yang kini berjalan ke arah New dengan membawa dua tas.
New tersenyum, "Te.."
"Hmm?"
"Gendongggg," rengek New sambil merentangkan kedua tangannya.
"Hin—"
KAMU SEDANG MEMBACA
POTRET HIN.. | End✓
Fanfiction⚠️ BOYSLOVE ⚠️ TAYNEW💙 Saat mulut ku tak mampu berucap, saat mata ku tak mampu menatap, kameraku terangkat untuk menjadikanmu bagian dari memori ku - Tay Tawan Vihokratana Saat kaki ku tak mampu melangkah, saat tubuhku telah membeku, kamu hadir unt...
