BAB 2

6K 568 161
                                        


#2
Semanis apa milik mu

"Mengenal mu adalah hal baik yang di berikan Tuhan padaku."

Musik klasik mengiringi acara malam itu, semua orang di pesta makan dengan anggun dan elegan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Musik klasik mengiringi acara malam itu, semua orang di pesta makan dengan anggun dan elegan.

Gaun mewah dengan printilan mutiara dan emas menghiasi pakaian beberapa orang, jam tangan dengan miliaran rupiah di miliki masing-masing tamu, tak ada satu pun yang terlihat miskin pada pesta semua tampil mahal dan berkelas.

Beberapa menit telah berlalu dan entah di mana Elisa berpijak sekarang, selain capek tak ada hal bagus yang ia temukan di pesta.

High heel yang di kenakan mulai menyakiti kakinya, mungkin karena Elisa tidak biasa akan sepatu hak tinggi, atau mungkin karena dia berkeliling tanpa henti dengan dress putih sedada menampilkan indah rahang dan lehernya yang jenjang.

Ada satu hal yang membuat Elisa mengerutkan kening..

Semua tamu mengenakan topeng seperti pesta topeng jaman kerajaan dulu, di jaman yang sudah modern memang agak lucu, tapi ya sudah lah cara orang berpikir berbeda-beda.

Muncul segaris kerutan lain pada kening Elisa, tiba-tiba dia bertanya pada benaknya, apa alasan pesta ini tertutup? Kenapa tak ada yang mencurigakan? Atau di mana pemimpin black mafia itu berada?

Apa pria berjenggot yang ketawa ketiwi di sana? Atau pria bertopeng yang hanya duduk diam sendirian? Atau pria kekar dengan tuksedo kerajaan? Yang mana pemimpin black mafia itu?? Semua orang terlihat mungkin.

Ekspektasi di kepala Elisa cukup banyak sebelum pergi, dia membayangkan para pengedar narkoba saling membanggakan merek dagang mereka, seperti di mall. atau para bajingan bermain wanita dengan gairah, owh itu akan menarik. Tapi realitanya semua orang bicara dan melakukan aktifitas biasa tidak ada terlihat narkotika atau pria yang sembarang melumat. Membuatnya berpikir "benarkah ini pesta mafia? Di mana jahatnya?"

Langkah Elisa terhenti ketika mendengar alunan piano, tanpa sengaja dia berjalan mengikuti suara itu terdengar, tibalah ia di sisi samping sebuah tirai putih panjang menutup seseorang yang kini bermain piano.

Selain kagum tak ada hal lain yang Elisa rasakan setelah ia singkap tirai putih di depannya, pria tanpa topeng itu berhasil membuat Elisa menatapnya tanpa kedip.

Selain kagum tak ada hal lain yang Elisa rasakan setelah ia singkap tirai putih di depannya, pria tanpa topeng itu berhasil membuat Elisa menatapnya tanpa kedip

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lollipop 1 [[TERBIT]]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang