BAB 4

4.9K 470 40
                                        

#4
Are you my Daddy?

"Semua orang memiliki sad story masing-masing, entah dia cantik atau tidak setiap orang pasti memiliki kisah sedih tersendiri."

Hidup Elisa yang tenang dan damai akan berakhir beberapa menit lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hidup Elisa yang tenang dan damai akan berakhir beberapa menit lagi. Semua di mulai dari sini.

"ABCDEFGH.. ka Elisa setelah H apa?" El bertanya dengan lugu.

"O," sahut Elisa ngasal.

"Kenapa O gak E Aja?" El bertanya lagi.

"Ntar ganti kalau monyet sama musang beranak kerbau."

El diam memikirkan "emang bisa ka."

"Tak ada yang gak mungkin di dunia ini sayang.."

"Elisa.. jangan mengajarnya yang salah. dan tutup mulut kalian sebentar lagi tamu kita akan datang." Adel membuat keduanya diam.

Restoran mewah hotel Guardiola adalah tempat mereka bertiga duduk sekarang melingkari meja bundar dengan hidangan mengunggah selera, mereka juga berpakaian rapi menunggu seseorang yang kata Adel adalah calon suaminya.

Tak masalah mamanya kawin lagi toh dia tak peduli, selagi mamanya bahagia dan pria itu baik maka dia setuju, kalau pun pria itu kasar dia bisa melawan dengan tinjunya. kalau nakal dia bisa laporkan polisi, dan kalau rakus tak masalah hartanya banyak tak akan habis.

Dengan bosan dia duduk memainkan ponsel. kali ini Elisa tampil cantik mengenakan dress panjang berwarna hitam karya desainer terkenal, dengan permata sebagai hiasan rendanya. jika dipikir kembali pesta malam itu benar-benar merubah Elisa dress kini sering ia kenakan.

"Dia datang," kata Adel dan Elisa refleks menoleh.

Astaga.. yang orang bilang benar dunia sempit "cowok bangsat!!"

Pria yang dia tunggu tak lain adalah Juan idola yang kini menjadi musuhnya. Pria yang dia benci setelah kejadian di club malam itu.

Pria itu datang dengan pakaian mewah berharga fantastis, Juan seperti sebelumnya tampan dengan apapun yang ia pakai. Pria itu menoleh Elisa dengan satu garis senyuman tak bisa diartikan. Dan Elisa menatap sinis, andai waktu bisa di ulang akan dia racuni permennya sebelum memberikan pria tengil itu.

"Jaga kata-kata mu," gerutu Adel.

Juan seketika tersenyum lebar, senyum yang tak pernah Elisa lihat di dua kali pertemuan sebelumnya. Wajah itu palsu terlihat polos dan lugu padahal iblis gila ada di dalamnya.

Elisa terdiam dengan emosi yang perlahan mendidih, kepalanya terasa panas. pertanyaannya terjawab Juan tau namanya karena ini, ingin menjadi ayah sambungnya.

"Are you my Daddy??" Elisa tertawa mengejek. Ayo lah siapapun cubit Elisa agar ia bangun dari mimpi buruk ini.

"Mama serius?" Elisa melirih Juan "pakai pelet apa? Dukun kau siapa sampai Adeline Guardiola menyukai pria sampah seperti kau!!"

Lollipop 1 [[TERBIT]]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang