1 bulan kemudian.
Adhyastha dan Cale sudah kembali sekolah, ini adalah hari pertama masuk setelah sekian lama menanggung sakit. Cale sudah sembuh dari frakturnya karena tidak terlalu parah dan sudah mulai mengingat masa lalu yang terlupakan. Sedangkan, Adhyastha berada di fase penyembuhan tahap akhir.
"Anjir, gue gak nyangka kalian berdua sekolah!" seru Juki tak percaya ketika kedua insan itu masuk kelas.
"Astha, Kal. Sumpah gue kangen banget sama kalian!" seru Nio langsung memeluk keduanya.
"Boong lo," sergah Adhyastha langsung menghempas Nio, "kemana aja nggak jenguk gue?"
"Sorry Tha, gue sibuk belakangan ini. Lo tau kan perusahaan—"
"Jangan bahas tentang perusahaan," potong Adhyastha pelan, Nio mendadak merapatkan kedua bibirnya dan tersenyum canggung.
"Perusahaan?" tanya Juki heran.
"Bokap gue bekerja di perusahaan milik orang lain," jawab Nio spontan.
"Kirain perusahaan lo," ucap Juki.
Tatapannya langsung tertuju pada gadis itu, ternyata ia juga tengah menatapnya sedari tadi. Gadis itu langsung memalingkan wajah dan beralih menatap buku di depannya.
Adhyastha berjalan menuju meja miliknya diikuti Cale dari belakang, begitupun yang lainnya kembali duduk di tempat masing-masing.
"Hai, Astha," sapa Chia, "lo udah sembuh?"
Adhyastha hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Em, Astha. Sebenarnya gue masih penasaran tentang kecelakaan lo," ucap Chia canggung, "bisa cerita kronologinya gimana?"
"Gue, waktu itu demam karena kehujanan, tubuh gak stabil, membuat gue gak bisa mengendalikan motor," jawab Astha.
"Terus kecelakaan nya gimana? Muter? Terbang?" tanya Chia penasaran.
"Kalo diceritain detail, lo bakal ngeri dengernya,"
"Tapi, gue penasaran. Lo kecelakaan sampai gak bisa gerak sedikitpun,"
"Udahlah Chi," sergah Yara memperingatkan, "yang penting dia sudah sembuh,"
"Gue penasaran Ra,"
"Tumben banget lo perhatian sama Astha," bisik Yara heran.
Chia hanya mendelik ke arah lain, sambil tersenyum miring.
"Astha," panggil Juki, lantas laki-laki itu melirik ke arahnya, "bukannya lo sama Reya pacaran, ya?"
Mendadak Adhyastha dan Agreya terdiam sejenak.
"Yang lain masih mengira kalian pacaran," lanjut Juki.
Adhyastha tidak menjawab sama sekali dan mengacuhkan perkataan Juki.
"Reya," panggil Juki, sama saja Agreya tidak menanggapinya sama sekali.
"Sepertinya kalian sudah putus," timpal Adam nimbrung.
"Kita gak ada hubungan sama sekali, lagian, gue gak kenal Reya." ucap Adhyastha.
Mendadak seisi kelas terdiam, benar-benar terkejut. Apakah Adhyastha mengalami amnesia? Sepertinya tidak, lantas kenapa Adhyastha tidak mengenali Agreya, gadis yang amat dicintainya?
"Lo kenapa Tha? Lo lupa sama Reya karena gak ketemu satu bulan?" tanya Raldi tidak menyangka.
"Gue gak lupa. Tapi, gue gak kenal Reya. Siapa Reya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
A²: KARTALA
FanfictionAdhyastha Dexano, kerap disapa Astha. Sang pengagum gadis apatis yang membencinya. Laki-laki yang menyimpan beribu-ribu luka yang tak pernah sembuh. Hidup Astha hanya seberkas cahaya, sebuah harapan yang mungkin terjadi. Sepertinya tidak, tak ada ka...
