Khianat 10

8.9K 707 21
                                        

Cukup lama Naumi berada di kediaman Regav. Bahkan sekarang sudah memasuki jam 11 malam, dan Naumi belum di perbolehkan untuk keluar dari ruang kerja pribadi Regav yang berada di dalam rumah mewah itu.

Naumi gabut, dan Naumi ingin melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan bosannya. Untung saja Regav tidak menyuruh Naumi untuk berdiri di belakang seperti kemarin, tetapi Regav menyuruh Naumi diam dan duduk.

Naumi menatap Regav yang masih fokus dengan layar laptop, bahkan Laki-laki itu sudah habis tiga cangkir kopi.

"Tuan, Saya harus pulang" ujar Naumi.

Tidak ada jawaban dari laki-laki itu.

"Tuan," panggil Naumi lagi, tetapi masih tidak ada jawaban.

Naumi mendengus dan beranjak mendekati Regav. Regav menyadari kedatangan Naumi, Mendongak dan menatap Gadis itu.

"Kenapa?" tanya Regav.

"Tuan, Ini sudah larut. Apa Saya boleh pulang?"

"Boleh" jawab Regav.

Naumi bersorak dalam hati. Kenapa tidak dari tadi, bahkan Naumi juga sangat lapar, karna Regav tidak memberinya makan.

"Kalau begitu, Saya permisi" ucap Naumi.

"Saya antar" Ujar Regav seraya  beranjak dan meraih kunci mobil.

"Tidak perlu, Tuan" tolak Naumi.

"Kamu mau pulang jalan kaki, hm? Ini sudah larut, tidak ada kendaraan"

Ada benarnya juga yang di katakan Regav, sudah larut  begini tidak akan ada kendaraan yang bisa Naumi tumpangi, apalagi mobil Gadis itu ia tinggal di sekolah.

"Ayo" ucap Regav jalan terlebih dahulu dan di susul Naumi.

Regav mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, memutar musik santai dan sangat cocok untuk penghantar tidur.

Naumi menguap, memejamkan matanya yang terasa berat.

Regav melirik Naumi yang tertidur, sedikit kagum dengan Naumi, Regav ingin mengetahui seluk beluk keluarga Naumi.

"KAMU ANAK YANG SAMA SEKALI TIDAK AYAH INGINKAN"

"DASAR ANAK JALANG"

"IKUT BUNDA MU SANA, AYAH TIDAK SUDI PUNYA ANAK SEPERTI KAMU"

"ANAK JALANG"

"ANAK JALANG"

"ANAK JALANG"

Kening Naumi di basahi keringat, bahkan Gadis itu menggeleng kuat dengan kedua mata mengeluarkan air bening.

"Naumi bukan anak jalang, Yah"

"Jangan siksa Naumi"

"Ayah tolong"

"Peluk Naumi, Yah"

"Ayah jangan pukul Naumi"

"Sakit, Yah"

Regav menghentikan mobilnya di pinggiran jalan, menyentuh lengan Naumi dan berusaha membangunkan Gadis itu yang kemungkinan besar sedang mimpi buruk.

"Hei, Bangun!" Ucap Regav.

Naumi masih saja bergumam tentang penderitaan nya selama ini.

"Naumi" Regav menepuk kedua pipi Naumi.

"AYAAAAAH" pekik Naumi bersamaan dengan kedua mata yang terbuka lebar, serta nafas yang ngos-ngosan.

Naumi menatap kosong kedepan, mengatur Nafasnya yanh tidak karuan, serta keringat yang masih bercucuran di dahi dan di lehernya.

KHIANAT (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang