Khianat 21

6.9K 539 9
                                        

Berdiri di depan gerbang sekolah, menendang-nendang krikil dan sesekali menatap jam tangan sekilas. Menunggu seseorang yang katanya ingin menjemputnya, tetapi suasana sekolah sudah sepi, dan jemputan juga belum datang.

Suara motor berhasil mengalihkan atensi gadis yang sedari tadi berdiri di depan gerbang, mendengus dan menatap sinis orang itu, sangat malas meladeni seorang mantan yang sudah banyak menorehkan luka di hati..

"Gue antar pulang, mau?" tawar Morgan.

"Gak" tolak Naumi.

"Ayolah, Nau! Mau sampai kapan Lo berdiri disini? Lagian, Lo di jemput sama siapa sih?"

"Bukan urusan Lo, Gan. Jadi stop ganggu Gue"

Mobil sedan putih berhenti tepat di hadapan Naumi dan Morgan, keluar dari mobil memperlihatkan sosok laki-laki tampan dengan setelan jas tengah tersenyum menatap Naumi, sedangkan Naumi malah memasang raut wajah kesal.

"Oooh, Jadi bener Lo sekarang mainan nya Om-om?"

Naumi memutar bola mata malas. "Kalau iya, Kenapa?" Naumi sangat malas untuk menentang apa yang di ucapkan Morgan.

"Nau, Seharusnya Lo cari pasangan yang usianya tidak jauh dari, Lo. Bukan malah spek om-om"

"Apa hubungannya? Cinta tidak mengenal usia"

"Sayang, Ayo pulang! Maaf ya telat, tadi masih ada kerjaan" ujar Regav dan di angguki Naumi.

Regav membuka pintu mobil untuk Naumi, setelah Naumi masuk barulah Regav menuju kursi pengemudi. Morgan hanya diam menatap kepergian Naumi dan laki-laki asing yang tidak Morgan kenali, masih tidak terima jika Naumi bersama laki-laki lain.

Regav mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali menoleh ke Naumi yang sedari tadi hanya menampilkan raut wajah datar. Kesal karna Regav terlalu lama menjemputnya.

"Sayang, Kamu kenapa?" tanya Regav.

"Jangan panggil Sayang," ketus Naumi.

"Kenapa, hmm? Cerita sama Saya"

Naumi bersedekap dada, memalingkan wajahnya dari Regav.

"Kamu kenapa Sayang? Saya ada salah, hmm?" tanya Regav.

"Naumi kesel tau gak! Naumi udah lama berdiri di depan gerbang, tapi Abang gak datang-datang, emang Naumi robot?"

Regav terkekeh. "Jadi itu kamu cemberut, Maaf ya!" ucap Regav.

"Bukan hanya itu" sahut Naumi.

"Apa lagi?"

"Pokoknya kesel" jawab Naumi.

Regav menghela nafas pelan, menghadapi mood wanita yang berubah-ubah memang membutuhkan kesabaran yang extra.

Selang beberapa menit, mereka sudah sampai di kediaman Regav. Naumi langsung keluar dari mobil dan masuk rumah seraya menghentakkan kakinya dengan wajah di tekuk.

Asista yang sedang duduk di ruang tamu pun heran melihat Naumi dengan wajah cemberutnya. "Loh-loh! Naumi kenapa?" tanya Asista.

Asista beranjak mendekati Naumi dan menatap Regav mengernyitkan alisnya. "Ngambek" jawab Regav.

"Kenapa Sayang? Regav ngelakuin apa sampai Kamu cemberut dan jalannya seperti Gajah?" tanya Asista.

"Abang tuh, Ma. Jemput Nauminya lama banget" jawab Naumi.

Asista memang menyuruh Naumi untuk memanggilnya dengan sebutan Mama, karna Asista ingin merasakan panggilan dari seorang anak perempuan dari keturunan sang Adek.

KHIANAT (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang