Naumi berjalan dengan tertatih menuju ranjang dan hanya menggunakan handuk kimono. Gadis itu menatap Ren dengan tatapan kesal serta raut wajah yang tidak bersahabat. Sedangkan Ren Malah berusaha menahan tawa agar tidak pecah saat melihat tingkah Naumi yang semakin membuatnya gemas.
Ren mengambil sesuatu yang ada di dalam paperbag, lalu mendekati Naumi. "Ingin Aku pakaikan? Atau pakai sendiri?"
Naumi menatap tajam Ren dan merampas pakaian itu. "Kamu keluar!"
"Aku juga ingin memakai pakaian"
"Pakai diluar" jawab Naumi.
"Nanti kalau ada yang melihat bagaimana? Emangnya Kamu Mau berbagi dengan orang lain?" goda Ren semakin membuat Naumi kesal ingin melayangkan tinjuan ke wajah Ren.
"Aku gak perduli, Kamu pakai di tempat lain"
"Baiklah, Kamu jangan marah-marah Sayang!"
"Kamu menyebalkan, Ren. Cepat pergi!"
Ren tertawa pelan seraya melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk memakai pakaian didalam sana.
Setelah di pastikan Ren masuk ke dalam kamar mandi, Naumi bergegas memakai pakaiannya sebelum Ren keluar. Setelah selesai Naumi duduk di pinggiran ranjang dengan tatapan tertuju ke kamar mandi.
"Kamu Menungguku?" tanya Ren yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Ren mendekat dan duduk di sebelah Naumi. "Kamu kenapa cemberut seperti itu? Aku ada salah?" tanya Ren.
Naumi menoleh. "Kamu bilang hanya sekali, kenapa tiga kali?"
Ren terkekeh. "Aku tidak bisa menahannya, Sayang"
"Ini sangat nyeri Ren, kamu tidak merasakan itu"
"Maaf Sayang, Aku tidak akan melakukannya dengan kasar lagi"
"Aku ingin pulang" ucap Naumi.
"Disini saja, Ini sudah malam"
Naumi tampak berfikir sejenak, setelah itu mengangguk pelan.
"Boneka dari Ayah mana?" tanya Naumi.
"Ada di dalam mobil"
"Aku mau boneka itu"
"Baiklah, Kamu istirahat! Akan Aku ambilkan"
Naumi mengangguk. Dan Ren keluar kamar untuk mengambil boneka pemberian dari Anggara.
***
Zoy menelusuri koridor sekolah seraya menentang beberapa map. Kacamata putih yang selalu ia bawa kemana-mana, serta senyum tipis yang selalu terpatri di bibir laki-laki itu.
Zoy sengaja mendatangi sekolah yang Naumi tempati guna untuk menemui Naumi agar ia tidak sulit menemukan keberadaan Gadis itu, karna akhir-akhir ini Zoy juga sulit memantau keberadaan Naumi.
Naumi dan Monik menghembuskan nafas lega saat mereka sama-sama menyelesaikan ujian akhirnya.
"Gue lega banget, Nau. Akhirnya selesai juga ujiannya" ujar Monik.
"Gue bakalan kangen banget dengan sekolah ini"
"Hm, Gue juga begitu"
"O iya Mon, Gue masih penasaran" ucap Naumi.
"Penasaran apa?"
"Kenapa Lo manggil Lintang dan kawan-kawannya itu dengan embel, Kak?"
"O itu" Monik mengangguk paham.
KAMU SEDANG MEMBACA
KHIANAT (End)
ChickLittentang NAUMI Gadis penuh luka, hidupnya sepi dan hampa. saat fisik dan hati di tikam secara bersamaan, disitulah mulainya penderitaan. senja dan hujan, teman terbaik memulihkan luka. menjadi tempat ternyaman untuk berteriak kencang bahwa Aku baik...
