khianat 36

5.8K 435 21
                                        

Monik mengerjapkan matanya pelan, menggeliat dan menatap kanan kiri mencari seseorang yang semalam tidur di sebelahnya.

Monik duduk mengumpulkan nyawa, menguap singkat.

"Kebo banget sih Lo jadi cewe!?" ucap Naumi yang baru saja keluar dari kamar mandi seraya mengusap rambutnya yang basah menggunakan handuk.

"Gue gak kebo, Lo nya aja yang kecepetan bangun"

Monik turun dari ranjang mendekati Naumi dan menyentuh rambut Gadis itu. "Lo keramas?"

"Udah tau nanya"

"Kerajinan Lo subuh-subuh keramas, mandi junub!" Cibir Monik.

"Yeee mulut Lo minta di sumpel" balas Naumi seraya meletakkan handuk yang ia pegang di leher Monik.

"Mandi sana, Ileran"

"Sembarangan"

Setelah Monik masuk ke kamar mandi, Naumi duduk di kursi rias menatap dirinya lewat pantulan cermin. Tersenyum tipis membayangkan betapa manisnya Ren memperlakukannya.

Naumi menggeleng menepuk kedua pipinya agar tersadar dari lamunan tidak jelas itu.

"Enggak-enggak, Gue gak boleh mudah percaya dengan omongan laki-laki. Dulu Morgan sama Regav juga seperti itu, tapi apa? Dia nyakitin Gue"

Naumi menyisir rambutnya, dan setelah itu memakai seragam sekolah.

"Aw! Selangkangan Gue perih banget" ucap Nya saat ia memakai rok abu-abu.

"Lo kenapa, Nau?" tanya Monik yang sudah berdiri di belakang Naumi.

"Gak pa-pa" jawab Naumi.

"Gue tadi denger, Selangkangan Lo sakit"

"Bukan selangkangan, Tapi paha Gue" elak Naumi berusaha menetralkan wajahnya.

"Paha? Kok bisa sakit?"

"Kena pinggiran meja belajar nih" jawab Naumi seraya memukul meja belajar milik Monik.

"Ouh. Lain kali di liat-liat kalau jalan, Meja gak gerak aja Lo salahin"

"Hm" balas Naumi.



***


Aisista duduk berhadapan dengan laki-laki paruh baya yang memakai setelah jasa kerja serta kacamata putih minus yang bertengger di hidungnya.

"Saya tidak terima jika harta Papa Saya jatuh ketangan orang lain" ujar Asista.

Laki-laki itu tertawa pelan. "Bukan orang lain, Tapi cucu dari Pak Leo" jawab Zoy selaku orang kepercayaan Almarhum Leorza.

"Tapi anak itu bukan Cucu kandung Papa, Saya. Dan Dia tetap tidak berhak mendapatkan itu semua" bantah Asista.

"Di surat wasiat ini tertulis jelas, bahwa Anak dari Ibu Dayana, Adalah pewaris seluruh harta yang sudah di tinggalkan oleh Ibu Dayana sendiri. Dan itu artinya, Nona Naumi adalah satu-satunya orang yang bisa mencairkan kembali perusahaan itu" jelas Zoy.

"Dari mana Bapak Tau Kalau Naumi adalah anak Dayana?"

"Saya sudah tau sejak 18 tahun yang lalu. Semenjak anak itu di bawa kabur dari rumah sakit, karna Saya lah yang membawa pergi Anak Itu" jelas Zoy dan setelah itu tertawa keras dengan tatapan mengejek.

"Sialan! Jadi Bapak yang sudah mengecoh Saya? Dan menggagalkan semua rencana Saya dalam pencarian Naumi selama ini?"

"Ya. Dan Sayalah yang memasukkan Naumi ke dalam rumah Neraka itu, guna untuk mengajarkan Naumi tumbuh menjadi remaja kuat. Karna Saya tau, Anggara tidak akan pernah mengakui Naumi sebagai anaknya"

KHIANAT (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang