Malam dimana Naumi dan Ren akan melangsungkan pernikahan. Di sebuah hotel ternama serta banyaknya papan bunga bertuliskan Happy wedding Naumi & Renaldo.
Gadis cantik memakai gaun putih menutupi tumit serta bagian dada yang di hiasi sedikit bunga dan manik-manik mengkilat memancarkan cahaya jika beradu dengan cahaya.
Monik menatap kagum Naumi yang sangat cantik memukau bak dewi yunani. "Gila, Nau! Lo cantik banget" puji Monik.
"Lo juga cantik" balas Naumi.
Monik memeluk Naumi dari samping, merasa sangat bahagia karna akhirnya Naumi menemukan pasangan hidup yang mampu merubah kebahagiaan 180 derajat secara drastis.
Suara microfon berbunyi, menandakan acara inti akan segera di mulai.
Naumi memejamkan mata berdoa kepada Tuhan agar acaranya berjalan dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.
Cukup sudah penderitaan Naumi saat ini, kini biarkan Naumi berbahagia bersama pasangan hidupnya. Hentikan pengkhianatan dalam kehidupan Naumi, biarkan Naumi tetap tersenyum bahagia sebagaimana impiannya selama ini.
Terdengar dari lantai bawah seorang penghulu sedang mengucapkan sepatah demi sepatah kata memulai ijab kabul.
"Nau, Om Ren pasti bisa" ucap Monik menenangkan Naumi. Karna dia tau, Naumi saat ini takut jika ada yang menggagalkan ijab qabul yang akan Ren ucapkan.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Naumi Amaya binti Anggara pratama, dengan Mas kawin berupa Emas 50gram, dua unit mobil, berlian 10 set, 85% saham Renal company, berserta seperangkat alat sholat di bayar TUNAI"
"Bagaimana para saksi?"
"SAH"
Naumi menitikkan air mata saat Ren dengan sangat lancar mengucapkan ijab qabul. Naumi memanjatkan puji syukur terhadap tuhan yang maha esa atas segala kebaikannya terhadap Naumi.
Monik me untuk Naumi menuruni anak tangga, l cahaya Camera saling bersahutan serta banyaknya wartawan yang sudah standby menyiarkan siaran langsung yang akan di siarkan di televisi nasional.
"Cantik sekali"
"Iya benar, pengantin wanitanya sangat cantik"
"Saya dengar, Dia masih Sma"
"Masih sangat muda"
Banyaknya bisik-bisik dari para tamu yang tidak lain adalah rekan bisnis Ren dan rekan bisnis Anggara.
Ren menyambut kedatangan Naumi dengan mengulurkan sebelah tangannya, Mencium kening Naumi penuh kasih Sayang.
"Apa Kamu masih meragukan keseriusanku, Naumi?" tanya Ren menggoda.
"Tidak," jawab Naumi.
"Aaa cieee, Baper tau gak." sahut Monik salah tingkah sendiri karna dirinya jomblo akut.
"Jangan lupa, Cetak yang banyak" bisik Monik.
"Lo aja sana" jawab Naumi.
"Gue jomblo, Nau. Tapi Gue akan dapetin Kak Lintang" dengan semangat 45 monik bertekad untuk mendapatkan cinta Lintang.
"Semoga berhasil"
"Aamiin"
Dari jauh, Regav menatap Wajah Naumi yang terpancar raut bahagia. Regav meletakkan kotak besar di atas meja, setelah itu keluar dari ruangan berjalan sangat cepat.
Naumi melihat itu, melihat Regav yang penuh luka. Tetapi Naumi juga sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, ini semua sudah takdir, Naumi tidak mungkin kembali dengan Regav.
KAMU SEDANG MEMBACA
KHIANAT (End)
ChickLittentang NAUMI Gadis penuh luka, hidupnya sepi dan hampa. saat fisik dan hati di tikam secara bersamaan, disitulah mulainya penderitaan. senja dan hujan, teman terbaik memulihkan luka. menjadi tempat ternyaman untuk berteriak kencang bahwa Aku baik...
