Mimpi

32 6 1
                                        

"Kek coba kue ini, apakah lezat?" pinta Adara menyodorkan kue keju dengan selai manis di atasnya.

"Haisshh haruskah Kakek meminta Sham pulang, disini Kakek sungguh tersiksa dengan kue yang kalian buat, bukan hanya satu yang kalian buat tapi puluhan." Adara maupun Lisa tertawa dan menghentikan aksinya.

"Maafkan Adara Kek,janji gak akan minta Kakek cicipi lagi." Ebrahim menggeleng. "Bukan begitu maksud Kakek, tapi kalau Kakek terlalu banyak makan bisa kolesterol nanti." ujarnya dengan tatapan tidak tega akan raut sedih calon cucu menantunya.

"Tenang Kek gulanya tidak banyak kok lagian kami mengganti gulanya menjadi kandungan gula rendah, biasanya kan pakai gula biasa tenang kami tidak akan buat Kakek sakit kok." Adara terkekeh pelan membuat Ebrahim gemas dan mencubit Adara yang jahil.

"Ayah harus istirahat, setelah itu minum obat lagi!" Ebrahim mengangguk menyangga tubuhnya dengan tongkat sambil dipapah oleh Lisa ke kamar.

"Adara jika sudah selesai tolong bereskan ya." Adara mengangguk. "Aku akan bagikan pada tetangga saja, mubazir jika hanya dibuang." Segera Adara membungkus beberapa sampai tersisa hanya 1 toples.

Di kantor.

Brakk

"Abrisham, aku rindu..."teriaknya dan memeluk Abrisham dengan erat, membuat ia sesak napas, Abrisham segera mendorong kuat wanita itu.

"Sialan, kenapa kau bisa masuk hah!" teriak Abrisham.

"Tentu mudah, aku kan kekasih mu sayang." Abrisham bergidik ngeri. "Tresna!!!" teriak Abrisham.

"Ya tuan." ucap sekertaris nya sambil membungkuk.

"Jangan lagi mengizinkan dia datang, usir dia bila perlu bawa bodyguard!" ucap Abrisham dengan wajah datar nya. "Baik tuan." Tresna segera menarik wanita itu yang meneriakkan nama atasannya.

"Ah sudah jam segini, aku harus pulang." Abrisham segera mengambil jas nya dan tas kerjanya, diluar nampak tangan kanannya berdiri.

"Ada apa Zen?" tanya Abrisham.

"Dia akan datang kesini tuan." Abrisham mengeraskan rahangnya. "Bilang padanya jangan pernah injak kan kaki di perusahaan ku, usir dia!" Zen mengangguk patuh, setelah itu Abrisham segera pergi.

Abrisham kini sudah sampai di mansionnya terlihat Adara yang nampak kesulitan membawa sesuatu di kedua tangannya. "Ada yang bisa aku bantu?" Adara menoleh dan mengangguk, Abrisham segera mengambil barang yang di bawa Adara.

"Mau dikemanakan?" tanya Abrisham.

"Dibagikan ke tetangga dan orang di pinggir jalan, ouh ya mau sekalian mengantar aku pulang kan?" Tanya Adara dengan wajah berharap namun Abrisham malah menggelengkan kepala.

"Kau pulang saja sendiri." Abrisham hendak bercanda tetapi Adara menatap datar pada Abrisham, segera ia menarik keresek itu dari tangan Abrisham dan menyimpannya di meja.

"Terimakasih!" Tak lama Lisa turun kebawah melihat ada putranya dan Adara ia menatap penuh tanya karena mereka saling diam. "Ah Mom, Ara pamit pulang sisa kue nya boleh Ara bagikan kan?" Lisa mengangguk setuju, ia juga suka membagikan sisa kue eksperimen berhasil nya.

Adara mencium tangan Lisa dan segera pamit. "Heh Son kenapa kau tidak mengantarnya?" Seketika Abrisham tersadar dan segera menyusul Adara.

"Tadi aku hanya bercanda, aku akan mengantarmu." Adara menoleh kan kepala melihat Abrisham yang mengejarnya, ia segera memberikan keresek besar itu pada Abrisham.

"Kalau memang niat membantu jangan setengah-setengah, lakukan dengan benar!" Abrisham hanya terdiam sesaat dan mengikuti Adara, setelah sampai di taman komplek serbuan anak kecil datang secara cepat.

Bismillah Ku Memilih (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang