Apa kabar jok?
***
Aroma pengharum ruangan menelusuk ke indra penciumannya. Soza mengerjap beberapa kali, menyesuaikan intensitas cahaya lampu yang masuk.
Tangannya terangkat, mengusap lengannya yang terasa sakit. Ia menutup matanya dengan lengan kanan berusaha menetralisir rasa pusing.
Ingatannya kembali pada kejadian semalam, sangat tidak di sangka bius itu justru tertancap pada dirinya.
Soza menatap masker yang telah terlepas dari wajahnya, menghela nafas sejenak.
Berusaha bangkit dari ranjang yang menurutnya sangat luas, ia kembali menggunakan masker.
Kakinya turun dari ranjang, melangkah sepelan mungkin. Matanya sekilas melihat ke arah jam dinding menunjukkan pukul tiga pagi.
Sebelum benar-benar keluar dari kamar itu, Soza merogoh saku celananya mencari benda pipih yang biasanya selalu ia bawa.
"Anjir, hp gue di mana," gumam Soza. Tangannya tak henti-henti mendadap seluruh sakunya.
"Cari hp?"
Suara berat dan rendah itu menarik perhatian Soza, ia menatap sang pria yang bersender diambang pintu dengan tak suka.
"Balikin hp gue!" Matanya terhunus tajam, dengan nafas yang mulai tak teratur.
Seringaian terbit diwajah pria itu. Ia mendekat pada Soza langkahnya terlihat santai. Sementara itu, Soza terlihat begitu panik. Ia hendak kabur dari sana, namun terlebih dahulu pria itu mencengkram lengannya.
Ia menyudutkan Soza ditembok kamar itu.
Tangannya menggenggam erat tangan Soza agar tidak memberontak, ia mengungkung perempuan itu di sana.
"Mau lo apa!" Soza berteriak tepat diwajah pria itu.
Arega Baswara K, demikian namanya. Pengusaha muda yang terjun ke seluruh bidang usaha. Menurut yang Soza baca, dia salah satu orang berpengaruh di kota tempat ia berada sekarang.
Arega semakin menunduk, tangannya tetap mencengram erat kedua lengan Soza di tembok.
Soza merasa deru nafas Arega terasa di dahinya. Membuat kedua alisnya tertekuk tajam. "Gue peringati, lo jangan macam-macam sama gue!"
"Kalo gue mau gimana?"
Bibirnya mendekat pada masker yang melekat pada wajah Soza, sementara matanya menatap intens manik mata perempuan itu. Dengan satu tarikan, Arega memutuskan masker itu dengan mulutnya. Membuat Soza kalang kabut.
"Lo jelek kalo pakai masker."
Muak, Soza tidak tahan dengan deru nafas Arega yang terlalu dekat, membuat ia merasakan aroma mint dari mulut pria itu. Kakinya yang sedari tadi bebas, ia layangkan pada Arega, tepat mengenai tulang kering pria itu.
Ia meringis kesakitan, membuat celah untuk Soza dapat kabur. Bukannya mengejar, ia justru tertawa rendah. Dengan langkah yang santai keluar dari kamar itu, menatap Soza yang panik ingin membuka pintu utama.
Sudut bibirnya tertarik. "Gue jamin, lo nggak bakal bisa keluar dari sini."
Soza menoleh sekilas, namun tangannya tetap berusaha membuka pintu di sana.
Shit!
Dimana kedua temannya yang tak becus itu, sudah lima jam ia terjebak di sini tapi tidak ada bantuan dari mereka.
Tangannya mulai berhenti bergerak, ia berdiri pasrah menatap Arega dengan posisi yang cukup jauh.
Gue penculik, kok jadi gue yang diculik, runtuknya dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencuri Hatimu! (On Going)
Teen Fictionᵁⁿᵗᵘᵏ ᵃᵖᵃ ᵐᵉⁿᶜᵘʳⁱ ʰᵃᵗⁱᵐᵘ ʲⁱᵏᵃ ʰᵃᵗⁱᵏᵘ ˢᵃʲᵃ ˢᵘᵈᵃʰ ᵏᵘᵇᵘⁿᵘʰ Soza Arunika menjalankan tugasnya sebagai pengincar klien di Perusahaan Karsa. Bukan hanya dengan diskusi, terkadang Soza bersama timnya menculik para klien yang melakukan penolakan. Namun, tan...
