Apa kabar jok?
Vote dulu jok
***
Ruangan dengan warna hitam yang mendominasi itu lengang. Soza mengetuk lincah layar tablet yang ada di hadapannya. Benda pipih itu baru saja diberikan bosnya sejak 30 menit yang lalu, bukan Damato tetapi... Arega. Soza terus mengutaknya, gadis itu tampak bosan dengan fitur-fitur sebuah aplikasi buatan perusahaan Karsa yang masih dalam tahap uji coba.
Matanya fokus membaca lamat-lamat beberapa kebijakan yang terpampang pada layar. Fokus Soza teralihkan saat gadget di sampingnya berdering.
Meletakkan tab, Soza beralih mengetuk ikon hijau pada gadget miliknya.
"Soza." Suara riang seorang pria terdengar.
"Siapa?" tanya Soza.
"Ravon."
"Kenapa?"
Beberapa detik tanpa suara, Soza tetap menunggu apa yang akan di katakan pria itu.
"Mau makan bareng?" tutur Ravon meski agar ragu.
"Di mana?"
"Di rumah gue yang dulu."
"Okeh," balas Soza singkat lalu meletakkan kembali benda itu di atas meja, samar-samar dirinya dapat mendengar seruan dari panggilan yang masih tersambung itu.
Soza hanya tersenyum kecil lalu memilih fokus pada aktivitasnya lagi.
Ruangan kerja yang biasanya bising sekarang sangat sepi, penyebabnya adalah beberapa pegawai bagian pengincar klien sedang mengadakan meeting di luar kota bersama Damato yang masih memegang perusahaan.
Derit pintu terdengar, Soza tiba-tiba merasakan lengan seseorang mengalung di lehernya.
"Mau makan bareng?"
"Gue udah ada janji."
Arega menjauh, tubuhnya berdiri tegap. Tutrleneck yang dipadukan jaket bergaris putih, dengan sepatu pantofel kulit, membuat ketampanannya terpancar dengan baik.
"Sama siapa?" Sudut matanya menyipit --ada perasaan tak terima.
Soza membalas datar, "teman."
"Cewek?"
"Iya," jawabnya.
Dengan sangat terpaksa Soza harus berbohong. Dia tidak ingin Arega akan bertanya banyak hal, apalagi sampai melarangnya, sangat tidak suka dikekang.
***
Siang begitu terik dan menyengat. Soza duduk di halte bus. Dia menatap sekeliling, banyak kendaraaan berlalu lalang menimbulkan kebisingan yang begitu memekakkan.
Sejenak ia tatap seorang remaja laki-laki yang berlari bersama seorang perempuan--sepantarannya. Gambaran itu persis saat ia bersama Ravon dulu, begitu menyenangkan tanpa beban sedikit pun.
Sepeda motor berhenti tepat di depan Soza, 'Ngab Ayam Krispi' tulisanan tertempel di sepeda motor jenis matic. Sang pengendara menaikkan kaca helmnya, membuat Soza mengenali siapa di balikknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencuri Hatimu! (On Going)
Teen Fictionᵁⁿᵗᵘᵏ ᵃᵖᵃ ᵐᵉⁿᶜᵘʳⁱ ʰᵃᵗⁱᵐᵘ ʲⁱᵏᵃ ʰᵃᵗⁱᵏᵘ ˢᵃʲᵃ ˢᵘᵈᵃʰ ᵏᵘᵇᵘⁿᵘʰ Soza Arunika menjalankan tugasnya sebagai pengincar klien di Perusahaan Karsa. Bukan hanya dengan diskusi, terkadang Soza bersama timnya menculik para klien yang melakukan penolakan. Namun, tan...
