11. Bebas

381 41 10
                                        

Apa kabar jok?

***

Bintang enggan untuk menampakkan diri sementara bulan bersembunyi dibalik kabut. Malam yang semakin gelap menjadi begitu dingin, namun ada pelukan hangat yang diberikan seorang pria pada lawan jenisnya.

Tubuh Soza membeku untuk beberapa saat, nafasnya mulai tak beraturan. Saat ia merasa ada benda basah menyentuh telinganya, di situlah pemberontakan terjadi.

"Shit! Kurang ajar lo!"

Soza berhasil keluar dari pelukan hangat itu, ia menatap Arega tajam.

"Hehe." Kekehan rendah terdengar, matanya seperti dipaksa untuk terbuka. "Aku kan suami kamu." Suaranya begitu serak dan berat.

Langkahnya yang loyo mencoba mendekati Soza membuat perempuan itu melangkah mundur.

"Sayang sini...."

"Gila lo!"

Arega menyugar rambutnya dan tertawa pelan. "Iya, karena kamu."

Soza menatap nyalang pada Arega, sudut bibirnya berkedut mendengar penuturan itu. Namun sedikit penerangan membantu ia melihat wajah Arega, ada semburat merah tercetak cukup jelas di pipinya, yang bisa Soza simpulkan bahwa pria itu..., mabuk.

"Sayang." Arega melangkah dengan sempoyongan. "Buka dong maskernya, pengen cium." Arega memanyunkan bibirnya dengan kedua tangan melayang hendak memeluk Soza.

Soza menampilkan tatapan jijik pada Arega, klien yang ia pikir akan berwibawa itu justru seperti balita ketika mabuk.

Arega hendak memeluknya membuat Soza mendorong bahu pria itu.

"Aww." Ia meringis aneh saat terduduk di lantai berkeramik itu. Hanya tenaga kecil namun ia langsung terjatuh. Dan keadaan itu membuat Soza tertawa pelan.

Bukannya memilih pergi, Soza justru berjongkok tepat di depan Arega. Ia menjambak pelan rambut Arega yang bisa digenggam.

Ada sedikit ringisan yang keluar dari mulutnya. "Sadar bego!" hardik Soza.

Tatapan mereka bertemu lekat, Soza seakan tidak memiliki kelopak mata lagi, ia menatap Arega tanpa berkedip. Ada sesuatu yang selama ini sering Soza perhatikan di wajah pria itu, ada ketampanan.

"Lo ganteng juga, ya," puji Soza dengan senyuman tipis di bibirnya. "Sayang, udah punya istri."

"Akh." Soza mencubit hidung mancung lancip milik Arega sebelum bangkit berdiri, menciptakan ringisan kecil di wajah pria yang terlihat senang itu.

Pandangan Soza teredar ke segala arah..., ada mobil putih terparkir di sana yang ia perkirakan adalah milik Arega.

TIN

Klakson terdengar menyapa, di luar gerbang itu Soza dapat melihat dengan jelas mobil hitam yang paling ia kenali berhenti di sana.

Kaca mobil itu turun, menampilkan sosok Deren yang tersenyum manis pada Soza.

Kedua sudut bibir Soza terangkat, ia berjalan mendekati mobil itu. Sebelum meSoza kembali menoleh pada Arega yang terlihat menyipit dengan senyum yang tetap terpatri di wajahnya.

Tangan Soza melayang memberikan lambaian, membuat Arega membalas dengan lambaian juga.

"Mau ke mana, sayang?" Suaranya pelan dan begitu serak, namun tetap betah duduk tanpa pergerakan di sana. Soza tak menanggapi, ia meraih knop pintu mobil lalu benar-benar menghilang di baliknya.

Mobil itu melaju pergi.

Sementara dari dalam mobil putih milik Arega, terdengar hentakan pelan.

Daffa_managernya_ senantiasa menatap Arega yang terduduk di lantai itu. Wajahnya cengo, dengan senyuman yang sangat dipaksakan.

Mencuri Hatimu! (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang