Apa kabar jok?
***
Tuxedo berbulu yang dipadukan dengan sweater dan turtleneck hitam, menyempurnakan penampilan Arega. Tangan Arega sedari tadi merengkuh pundak Soza, menciptakan pemberontakan dari perempuan itu.
Senyuman tipis terulas di wajahnya yang tegas, sementara Soza memberikan tatapan penuh kebencian yang tak bisa terbendung.
Semenjak menginjakkan kaki di dalam mal ini, Arega selalu menempel padanya seperti benalu. Kekesalan Soza semakin sempurna ketika menjadi perhatian beberapa anak muda di sana.
"Lepas gila." Soza mendumel pelan, tidak ingin semakin menarik perhatian orang-orang di sana.
"Nggak ah, udah nyaman." Arega masih tersenyum manis.
Soza menatap tanpa reaksi, wajahnya begitu dekat dengan Arega tapi tidak ada perasaan spesial apapun yang tercipta, bahkan detak jantungnya tetap normal.
Arega menyorot reaksi Soza dengan kecewa, dia pikir perempuan itu akan salah tingkah ataupun pipinya akan merona.
Tangannya turun dari bahu Soza, melepaskan rangkulan yang sedari tadi tercipta. Arega merunduk, meletakkan beberapa paperbag yang ia bawa.
"Bawain."
Arega mendahului Soza, membuat perempuan itu mengernyit bingung.
Aneh, hina Soza dalam hati. Lalu mengambil beberapa paperbag milik Arega.
Sorot matanya terhunus tajam pada beberapa siswi SMA yang berbisik-bisik dengan temannya sambil tertawa kecil, dan Soza sangat tahu bahwa mereka sedang membicaranya dirinya.
"Hahaha, kasihan ditinggal," celetuk salah seorang kepada temannya.
"Pasti jelek, makanya pakai masker."
"Palingan babunya."
Samar-samar Soza mendengar penghinaan mereka. Tangannya mengepal kuat, berusaha menahan amarah yang akan meledak bagaikan gunung berapi.
Soza itu tipe orang yang menjaga image ia tidak ingin membuat kekacauan yang bsa mencoreng nama baiknya. Ia pun memilih menyusul Arega yang telah hilang dari pandangannya.
Dasar cewek-cewek gatal, baju sekolah pakek dikecilin, mau jual diri lo? batin Soza penuh amarah.
Langkahnya tiba-tiba tercekat, Soza tenggelam dalam pikirannya sejenak. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru.
"Kenapa gue ngikutin dia?" gumam Soza merasa janggal sedari tadi. "Gue lagi diculik, masa iya ikutin tuh penculik."
Ia terkekeh pelan sambil memijat panggal hidungnya, meruntuki kebodohannya.
Kakinya melangkah berlawanan arah dari Arega, di balik masker itu senyum tipis terulas. Tak menyangka bahwa ia akan bebas semudah ini.
Langkahnya semakin cepat, sesekali melihat ke kiri dan kanan memastikan tidak ada Arega. Saat berada di luar mal Soza menghembuskan nafas lega, ia menatap beberapa paperbag di tangannya.
Lumayan, baju gratis
Perempuan itu menyelipkan satu tangannya pada saku hoodie abu-abu yang ia pakai, lalu berjalan riang hendak menuju halte bis.
"Bodoamat nggak dapat tanda tangan tuh bocah." Ia terkekeh pelan. "Yang penting gue be--"
"Aaaa!"
Soza memekik kencang kala seseorang membekap mulutnya, jangan lupakan gerakan memaksa yang membuat tubuh Soza terseret akibat tidak bisa menyeimbangkan langkahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencuri Hatimu! (On Going)
Teen Fictionᵁⁿᵗᵘᵏ ᵃᵖᵃ ᵐᵉⁿᶜᵘʳⁱ ʰᵃᵗⁱᵐᵘ ʲⁱᵏᵃ ʰᵃᵗⁱᵏᵘ ˢᵃʲᵃ ˢᵘᵈᵃʰ ᵏᵘᵇᵘⁿᵘʰ Soza Arunika menjalankan tugasnya sebagai pengincar klien di Perusahaan Karsa. Bukan hanya dengan diskusi, terkadang Soza bersama timnya menculik para klien yang melakukan penolakan. Namun, tan...
