Apa kabar jok?
***
"Lo bisa bantu gue selamatin Soza, Zak?"
Zaky yang sedari tadi berkutat dengan komputernya mendongak, menatap Deren yang berdiri tepat di sampingnya. Dirinya berpikir sejenak, sebelum bibirnya terangkat.
"Lo butuh apa?" tanya Zaky sambil mengubah posisi duduknya menghadap Deren.
"Retas data orang yang menculik Soza."
"Arega maksud lo?"
Deren memicing mencoba mengingat nama kliennya itu, setelahnya ia mengangguk membenarkan. Soza menjadi alasan utama mengapa Deren rela mengunjungi kantor di malam hari.
Semenjak Soza tidak memimpin, Zaky lah kaki tangannya sekarang, ia yang akan memberikan arahan kepada para pegawai kelompok pengincar klien. Menjadi pimpinan tentu memiliki tugas yang lebih berat, maka saat ini Zaky sedang lembur.
"Lo beneran nggak tau siapa Arega?" Zaky menaikkan alisnya sebelah.
"Dia calon donatur kita 'kan?"
Kekehan rendah terdengar dari mulut Zaky, lalu mengalihkan pandangan ke komputer di depannya.
"Besok gue kasih data lengkapnya, Der." Ia beranjak dari tempatnya. "Gue lapar."
"Gue traktir, kasih datanya malam ini," balas Deren cepat.
Zaky berdecih sebal, matanya terlihat sayu karena terlalu lama menatap layar komputer. "Ah besok aja, badan gue pegel-pegel," tolaknya.
"Gue pijitin."
Tatapan kesal ia layangkan pada deren.
Kakinya melangkah, mengambil jaket hitam yang terletak di atas nakas di samping meja kerjanya, sementara Deren tetap menatap dirinya.
"Zak gue mohon." Deren menahan Zaky yang hendak melenggang pergi.
"Besok..., gue ngantuk banget udah malam," tekan Zaky tetap pada pilihannya.
"Nanti gue nyanyiin nina bobo."
Seberapa besar penolakan Zaky, tetap akan ada balasan dari Deren. Pria itu benar-benar dibutakan.... Dibutakan oleh cinta yang tak terbalaskan.
Zaky memutar bola matanya malas. "Gue bukan anak kecil bego." Tangannya terangkat menonjok bahu Deren, membuat sang empunya meringis pelan. "Udah mending lo balik, gue gerah."
"Ayo gue mandiin."
***
Mentari terbit di ufuk timur, sinarnya berhamburan ke seluruh penjuru negeri. Seorang perempuan tersenyum bahagia tanpa tekanan, cerah wajahnya kemungkinan bisa mengalahkan sinar matahari.
Senandung kecil terdengar dari bibir mungilnya yang berwarna peach
Bagi Soza tidak ada kebahagiaan yang begitu membahagiakan selain saat ini. Saat membuka mata dari tidurnya, Soza tidak menemukan Arega di seluruh rumah bak istana dewa itu.
Dirinya yang sedari tadi roomtour di rumah Arega menemukan sepotong cheesecake di ruang makan, dengan note putih di pinggirnya.
'Gue kerja. Kalo lo kabur bakal gue nikahin'
"Cih." Soza berdecih pelan. "Lo pikir gue mau dipoligami."
Tangannya memasukkan note itu ke dalam saku, lalu memilih duduk dan memakan cheesecake di sana. Senyum manis terbit di wajah mulusnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mencuri Hatimu! (On Going)
Teen Fictionᵁⁿᵗᵘᵏ ᵃᵖᵃ ᵐᵉⁿᶜᵘʳⁱ ʰᵃᵗⁱᵐᵘ ʲⁱᵏᵃ ʰᵃᵗⁱᵏᵘ ˢᵃʲᵃ ˢᵘᵈᵃʰ ᵏᵘᵇᵘⁿᵘʰ Soza Arunika menjalankan tugasnya sebagai pengincar klien di Perusahaan Karsa. Bukan hanya dengan diskusi, terkadang Soza bersama timnya menculik para klien yang melakukan penolakan. Namun, tan...
