25. Dia Tidak Suka

136 25 4
                                        

Apa kabar jok?

Sebelumnya, maaf banget
Aku janji up rabu, tapi malah sabtu😭🙏
Soalnya lagi ujian praktek satu minggu ini

Maaf jok

***

Cahaya temaram lampu jalanan menemani. Sesekali kerlip lampu mobil yang melintas membuat Soza menegadahkan kepalanya. Bersama hoodie hitam dan turtleneck, ia menyusuri trotoar kota di malam hari. Perempuan itu hanya ingin menuju supermarket yang tak jauh dari rumahnya.

Malam hari adalah waktu terbaik menurut Soza, dia tidak suka kebisingan.

Kakinya melangkah memasuki tempat tujuan. Mencari barang yang dibutuhkannya. Jemarinya yang hendak meraih beberapa makanan ringan terhenti, matanya menyipit, melihat orang yang dulu pernah menculiknya.

Benar perkataan gue dari awal, dia tipe orang yang suka selingkuh

Soza menyeringai tajam, dengan cepat ia mengambil barang-barang yang dibutuhkan dan menuju kasir.

Sesekali mata Soza mencuri pandang pada pria yang sedang bercengkrama dengan seorang wanita, tampak seperti anak remaja.

"Lo ngikutin gue?"

Soza tersentak kaget saat Arega secara tiba-tiba telah berdiri di belakangnya. Ia menoleh sekilas tanpa mengucapkan apapun, lalu beralih melakukan pembayaran.

"Gue antar," pinta Arega saat Soza hendak keluar.

"Nggak perlu."

"Udah malam. Jangan bebal." Arega mendesak ia menahan tangan perempuan itu. Soza tetap enggan berbalik badan.

"Lo kenapa sih? Seharusnya gue yang marah."

"Lo yang marah?" Soza balik bertanya, nadanya sinis. Beberapa detik mereka bersitatap... Soza kembali melangkahkan kakinya.

"Oza."

"Apalagi?!"

"Ayo gue antar, udah malam." Arega berujar lembut.

Perempuan itu berdecak sebal, tak menjawab. Ia melangkah pergi, sementara Arega terdiam menatap punggung gadis itu yang mulai hilang di balik remang jalanan.

Cuma satu yang bisa disimpulkan oleh Arega; Soza tidak pernah menyukainya, meski kedekatan mereka selama ini begitu berarti bagi Arega.

***

"Argh...."

Erangan terdengar kala sebuah pisau ditarik paksa dari genggamannya. Tangan perempuan itu bergetar hebat, pedih seketika menjalar ke seluruh tubuhnya. Tetesan darah perlahan mengalir di ujung jari.

Tatapan Soza terhunus tajam, dengan nafas yang bergemuruh tak karuan.

Pria bertubuh besar dengan deretan tindik pada kupingnya terkekeh kencang. Pisau itu di arahkan pada Soza.

"Masih ingat dengan jarum yang lo tusuk di lengan gue? Pria itu bertanya remeh."Apa lo mau merasakan sebuah tusukan juga?"

Kaki Soza melangkah ke belakang, ia mengambil selembar tisu di saku dan membalutkan pada luka di tangannya.
Dia bersiap menerjang pria yang semakin mendekat.

Bunyi lempengan pisau terdengar begitu renyah. Soza menendang tangan pria itu, membuat pisau itu terjatuh. Pada waktu yang sama Soza melayangkan tendangan di perut pria itu, membuatnya terhuyung jatuh.

Mencuri Hatimu! (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang