29. Lo Sudi Jadi Istrinya?!

110 19 8
                                        

"Tolong libatin gue dalam hidup lo, Oza." Kalimat itu terlontar dari bibir Arega.

Arega menatap penuh rasa khawatir. Beberapa menit lalu dia menginjakkan kakinya di klinik yang tidak jauh dari kediaman Soza. Arega itu kaya, pintar, dan punya banyak relasi sehingga sangat mudah melacak Soza jika dia sudah menggunakan kuasanya.

Manik perempuan itu mengamati sayu, seakan tak punya gairah hidup. Kepalanya terlingkar oleh kain kasa.

Arega mengusap pelan rambut Soza. "Kenapa bisa sampai begini?" tanyanya lembut.

Perlahan tatapan Soza naik memperhatikan secara rinci wajah Arega yang semakin tampan. Ia menggeleng pelan, namun rasa pening seketika menyerang. Hanya tatapan berkaca-kaca yang begitu memilukan.

"Oza?"

"Apa?"

"Gue sayang sama lo."

Soza hanya membalas dengan dehaman membuat suasana kembali sunyi. Wanita itu kini bangkit, memposisikan dirinya menjadi bersandar.

"Shss...." Ia mendesis merasa ngilu pada luka di kepalanya.

"Sakit banget?" Jelas bahwa sorot mata Arega penuh amarah, ingin sekali dia bertanya siapa yang telah melakukan ini semua? Ingin rasanya dia menghancurkan kepala orang itu bersama isi kepalanya!

Suara pintu dibuka membuat Arega dan Soza sontak melihat pada pintu, Ravon muncul dari balik sana dengan wajah ceria namun seketika datar saat menatap Arega, terlebih lagi tangan pria itu mengusap bahu Soza.

Ravon mendekat, setiap langkahnya diiringi tatapan tajam bak mata elang milik Arega.

"Udah mendingan?"

"Lo ngapain di sini?!" Arega yang membalas. "Udah gue bilang jauhin istri gue!" katanya menautkan jemarinya dengan Soza, possesif.

Ravon mendesis. "Istri? Nggak usah bohong gue udah tahu kebenarannya."

Mungkin waktu itu dirinya percaya saat Arega datang bersama rombongan Moge, pria yang datang seperti hendak balapan di dalam komplek.

Dan karena pengakuan gila itu, Ravon menjauh dari Soza...,

Bahkan semalam saat dia memeluk Soza, Ravon sempat menanyakan perihal Arega.

"Suami lo mana, Za?"

"Kalo dia nggak bisa jagain lo biar gue yang ambil alih."

Namun Soza hanya menggeleng, tak kuasa untuk menjawab malam tadi.

"Apapun yang terjadi Soza tetap bakal jadi istri gue, mending lo pulang atau gue hancurkan isi kepala lo sekarang juga!" Arega menggeram nadanya sudah tidak terkendali. Dia tidak peduli, dia sangat mencintai wanita ini.

Ravon menyunggingkan senyum miring, mengambil posisi pada kiri ranjang ikut menggenggam tangan Soza. "Jelas lo orang baru dihidup Soza, dan gue sahabat Soza, orang yang paling kenal sama dia."

Dia tak segan-segan mengecup punggung tangan Soza, membuat Arega tersulut emosi.

"Kurang ajar lo!" Arega menarik kerah Ravon dengan posisi yang dibatasi ranjang Soza. Perempuan itu tetap diam, pandangannya lurus.

"Kasihan banget lo...," cela Ravon tersenyum remeh, "nggak pernah dianggap Soza."

Detik itu juga Arega melayangkan tendangannya, membuat ranjang putih klinik sedikit bergeser karena dorongan. Tendangan Arega mampu membuat Ravon terhuyung hingga menyenggol kabinet, riak pecahan kaca terdengar saat gelas yang berada di atas kabin terjatuh.

Arega itu seorang yang ahli dalam bela diri, dulu ia atlet taekwondo nasional, mungkin jika ingin dia bisa meremukkan tulang-tulang Ravon detik ini juga.

Mencuri Hatimu! (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang