Info kecil.
Setelah berpikir panjang kali lebar.
Cerita ini ratingnya aku naikin jadi 18+ atau mungkin bakalan lebih dari ini.
Banyak hal yang aku pikiran selama nulis dan memikirkan klimaks cerita ini.
Dan sepertinya alur ceritanya akan semakin gelap.
Karena beberapa karakter memang mengalami hal yang berkaitan dengan sesuatu yang sangat sensitif.
Jadi untuk kelancaran bersama dan biar nih cerita nggak tiba-tiba hilang karena di banned.
So, yang belum cukup umur.
Tolong jangan mampir ya.
And then, yang cukup umur dan penasaran. Kita siapkan mental sama-sama.
Karena aku nulisnya sambil terus-terusan menghela nafas saking seseknya nih cerita.
So Happy reading.
———
Setelah paksaan Pamannya, Jisoo benar-benar tidak bisa berkutik saat dia duduk tenang di kursinya tepat di sebelah RM yang masih terus melayangkan tatapan tidak senang pada gadis itu yang terus membangkak apa yang di perintahkan.
Jisoo yang mendapat tatapan itu hanya menahan diri untuk tidak mengumpat pada Pamannya yang mulai bertingkah di luar nalar.
Walaupun itu yang memang Jisoo harapakan. Tapi Jisoo masih tidak menyangka bahwa kail yang dia lempar akan secepat itu di sambar oleh Pamannya.
Semetara RM pada akhirnya memijit pelipisnya saat dia merasa bahwa dia benar-benar bertingkah tidak normal setelah ke datang Jisoo ke rumahnya.
Sedangkan V yang sekarang menjadi pihak ketiga tidak memperdulikan keduanya saat pria itu kembali sibuk dengan makanannya.
Orang berpikir mungkin V buta dan tidak memiliki kepekaan terhadap sekitarnya saat pria itu malah sibuk makan seperti babi. Dan tidak perduli jika ada perang badai sekitarnya.
Namun jika boleh jujur V segaja melakukan hal itu agar dia bisa pergi secepatnya, mengambil alasan ada pekerjaan yang harus di tangani dan menghilang dari dua manusia itu.
V benar-benar ingin angkat tangan dengan dua generasi itu.
Melupakan V sejenak.
Setelah alat makan di siapkan. Makanan mulai di sajikan.
Dari pembukaan sampai ke menu utama semuanya baik-baik saja.
Walaupun sangat kesal. Jisoo tidak menolak makan sebab dia cukup sebal karena melewati sarapannya, saat semua kejadian yang menimpanya.
Dan berakhirlah dia makan terlalu siang. Yang lebih sialnya lagi, ada kejadian di mana dia malah menelan mouth wash yang membuatnya kesal setengah mati.
Jadi saat menu pembukaan di hidangkan entah karena sudah terlalu marah dan kesal Jisoo hanya bisa makan sedikit.
Dia hanya bisa mengambil dua sendok kecil sebelum akhirnya menyingkirkan makanan pembuka itu.
Perutnya sekarang tidak terlalu nyaman.
Setelah makan siang bersama Lalisa dan Ibunya.
Jisoo menyadari bahwa dia tidak menyetuh makanan apapun setelahnya.
Dan baru menyetuh makanan siang ini.
Jadi dia tidak merasa heran saat perutnya sekarang tidak terasa nyaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
We Are Her Mother
Humor18+ Bagaimana ceritanya saat empat orang gadis yang terkenal dingin, konyol, tomboy dan tidak perduli harus mengurus seorang bayi. Bagaimana kehidupan mereka yang tenang, tidak suka di atur, bebas. Tiba-tiba harus berubah karena kehadirannya bayi m...
