"I, Armando Denver Lee, take you, Rosaline Angelina Clark, for my lawful wife, to have and to hold from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, until death do us part. I will love and honor you all the days of my life."
"I, Rosaline Angelina Clark, take you, Armando Denver Lee, for my lawful husband, to have and to hold from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, until death do us part. I will love and honor you all the days of my life."
Sumpah pernikahan yang dengan penuh kemantapan diucapkan Armando dan Rose di hadapan pemuka agama serta tamu undangan itu menjadi janji yang mereka beri untuk satu sama lain, yang dipegang selamanya.
Tidak perlu menunggu waktu lama, Armando dan Rose melaksanakan pernikahan tidak lebih dari tiga bulan setelah Rose dan Nate pindah tinggal bersama Armando. Pernikahan dilakukan secara tertutup. Hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang datang. Tidak lebih dari 50 undangan.
Ide melakukan pernikahan secara tertutup sebenarnya kurang disetujui Jinho dan Michelle. Keduanya memiliki banyak kolega dan teman, belum lagi kerabat jauh yang tentu juga ingin mereka undang. Namun Armando dan Rose sepakat bahwa yang dibutuhkan hanya dokumen legal yang menyebutkan mereka sudah menikah. Dengan begitu, Nate bisa memiliki nama belakang yang sama dengan Armando di akta kelahirannya.
Walaupun mengadakannya secara tertutup, tetap saja ada media online yang memberitakan. Rose sudah diberitahu kemungkinan yang mungkin terjadi setelah menikah dengan Armando. Bahwa rumor-rumor atau pemberitaan dalam bentuk apapun bisa jadi akan ia terima karena statusnya sebagai istri Armando dan anggota keluarga Lee. Jadi sewaktu pemberitaan tentang pelaksanaan pernikahan mereka, Rose sudah lebih dulu mempersiapkan diri.
Beberapa kenalannya semasa di Indiana menghubunginya melalui akun sosial medianya yang sudah diatur privat. Pesan masuk itu bisa ia baca namun hanya yang benar-benar pernah dekat saja yang ia balas. Ia sudah berani membuang jauh-jauh kehidupannya di Indiana dan membuka lembar baru di kota baru, bersama keluarga barunya. Ia tidak mau masa lalunya hadir kembali dan mengusik kebahagiaan yang sedang ia rajut.
"Sudah tidur?"
Rose mengalihkan pandangan ke arah pintu, tersenyum pada Armando yang menyandarkan tubuh tinggi tegapnya pada kusen pintu. Pandangannya kemudian berpindah pada bayi gembul yang sebentar lagi merayakan ulang tahun pertamanya yang sudah melepaskan sesapannya pada puting payudara kiri milik Rose. Wajah teduh Nate yang sudah lelap tidur menghadirkan damai di hati sang ibu.
Setelah membenahi posisi dress piyama berbahan silk berwarna putih yang ia kenakan dengan tangan kanan, barulah Rose beranjak berdiri dari duduknya. Perlahan ia letakkan Nate yang sudah semakin besar di atas kasur boks bayi. Ia berhati-hati melakukannya, khawatir putranya akan terbangun dari tidurnya.
Ia menatap wajah Nate dan tersenyum. Betapa beruntung putranya yang dipertemukan takdir dengan laki-laki sebaik Armando untuk menjadi figur ayah di hidupnya.
Keesokan harinya setelah kepindahan mereka di penthouse Armando, laki-laki itu menghabiskan waktunya sejak pulang dari kantor sampai larut dini hari untuk menyulap salah satu ruang kamar yang tidak terpakai menjadi kamar untuk Nate. Armando bahkan melakukan hampir semuanya sendiri. Mulai dari mendesain, memilih furnitur, merakit lemari, boks bayi, memasang wallpaper, gantungan lampu, dan tirai jendela.
Sewaktu diprotes karena dirasa berlebihan menghabiskan uang untuk mendekor ulang kamar, sementara Nate bisa tetap tidur bersama Rose, Armando hanya menjawab dengan sebuah pertanyaan menggoda.
"Kamu pikir ini hanya untuk Nate? Adik-adiknya Nate tidak boleh memakai kamar ini juga?"
Meski tahu bahwa Armando adalah ayah yang baik, bahkan untuk Nate yang bukan anak kandungnya, Rose masih belum bisa membayangkan akan hamil lagi dalam waktu dekat. Mengurus Nate saja sudah cukup membuatnya kewalahan, terlebih di tiga bulan pertama. Maka ia hanya merespon Armando ketika itu dengan tawa meremehkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
call me daddy [completed]
Romansa[mature and explicit content, 18+] Berawal dari usaha menyambung hidup untuk anaknya, Rosaline berakhir menjadi pemuas nafsu atasannya sendiri.
![call me daddy [completed]](https://img.wattpad.com/cover/236253324-64-k670771.jpg)