Jam baru menunjukkan pukul 8 pagi, bahkan jalanan di depan apartemen Rose belum padat oleh aktivitas lalu lalang kendaraan. Kegaduhan dari penghuni apartemen yang lain belum juga terdengar. Padahal biasanya di akhir pekan, apartemen tempatnya tinggal selalu ramai karena anak-anak libur sekolah.
Meski masih bisa dibilang terlalu pagi, baik Armando dan Rose sudah dipenuhi peluh keringat. Posisi Rose sudah telentang dengan kedua kaki menekuk dan terbuka melebar. Bagian pantatnya menggantung pada tepi ranjang sementara kedua tangannya meremas selimut dan kain sprei. Desahan sesekali lolos dari bibirnya tiap kali batang kejantanan Armando yang masuk dalam lubang miliknya, menghentak tepat pada titik kenikmatan.
Armando sudah hampir mencapai klimaks setelah membuat Rose lebih dulu melakukan pelepasan sampai dua kali. Tangan kanannya menangkup payudara kiri Rose sementara tangan kirinya menyangga tubuhnya yang berada di atas Rose. Ia tentu tidak mau menekan perut Rose dan membuatnya kesakitan meski sesekali tangannya mengusap dan bermain pada permukaan perut besar itu.
"Ahhh... Rose... I'm going to co—ahhhh..."
Salah satu yang Armando suka dari berhubungan badan dengan perempuan hamil adalah ia tidak perlu susah payah menarik kejantanannya keluar sebelum mencapai klimaks. Ia bisa bebas melakukan pelepasan di dalam, sebanyak apapun ia ingin. Toh pada akhirnya cairan putih kental itu tidak akan sampai membuahi sel telur dan hanya akan keluar lagi dari lubang si wanita.
Tubuhnya jatuh di samping tubuh Rose. Keduanya terengah-engah mengatur napas setelah permainan tadi. Rose paling dibuat kewalahan karena Armando cukup lama bermain-main dengannya sampai akhirnya kemudian memasukinya. Belum lagi janinnya yang berontak karena merasa terganggu.
Perutnya beberapa kali kram sepanjang permainan. Bukan sekali dua kali ini memang perutnya kram. Namun kram yang ia rasakan tadi cukup mengganggu.
"Anakmu keras kepala juga, ya. Sudah berapa kali aku membantumu induksi alami, tapi belum juga ia mau lahir," ucap Armando seraya tertawa kecil.
Rose beringsut menaikkan pantat dan kakinya ke atas ranjang. Ia memiringkan badan mencari posisi nyaman dengan perut yang begitu besar dan sudah turun itu. Benar kata Armando, kata Rachel seks bisa membantu. Rose sampai lupa berapa kali ia melakukannya dengan Armando sejak hari perkiraan lahir tiba.
"Mungkin dia menunggu waktu yang tepat," balas Rose dengan enteng.
"Tidak apa kalau memang harus operasi atau induksi, Rose. Aku bisa cover biayanya. Asal kamu dan anakmu sehat dan selamat."
Rose mengangguk. Ia berpikir dirinya cukup egois jika memaksakan untuk melahirkan secara alami tanpa intervensi medis. Apalagi jika keinginannya itu beresiko mencelakai bayi yang sudah lebih dari 9 bulan tumbuh dalam rahimnya.
"Rachel memintaku menunggu dulu sampai seminggu ke depan," ucapnya.
Giliran Armando yang mengangguk. Ia bangkit dari tidurnya dan mengecek jam pada ponsel yang ia letakkan di nakas samping ranjang. Sudah waktunya.
"Aku pulang dulu sebelum orang tuaku lebih dulu sampai," pamit Armando pada Rose yang belum beranjak dari posisi tidur miringnya.
"Hati-hati, Ar," balas Rose.
Armando sudah menceritakan tentang ayah ibunya yang ingin berkunjung ke rumah Armando sejak lama namun Armando selalu saja ada alasan menolak. Setelah diteror berkali-kali oleh ibunya, Armando pun menyerah. Sebelum ibunya menodong Jeff untuk membukakan akses apartemen dan mendapati Armando tidak ada di sana.
Perempuan itu memandangi Armando yang mulai berpakaian. Sebentar lagi kehangatan ranjangnya akan hilang. Armando mungkin akan kembali lagi menemuinya besok malam. Itu pun jika tidak ada kegiatan yang menghalangi. Ia tidak bisa mengharapkan selalu punya Armando untuk memeluknya tiap malam sewaktu tidur. Siapa dia untuk memiliki keinginan seperti itu? Statusnya di hadapan Armando hanyalah sementara.
KAMU SEDANG MEMBACA
call me daddy [completed]
Roman d'amour[mature and explicit content, 18+] Berawal dari usaha menyambung hidup untuk anaknya, Rosaline berakhir menjadi pemuas nafsu atasannya sendiri.
![call me daddy [completed]](https://img.wattpad.com/cover/236253324-64-k670771.jpg)