Jeff sudah menunggu Armando di parkiran bawah tanah gedung kantor. Di dalam mobil sedan mewah berwarna hitam metalik itu sudah ada Rose yang menunggu. Begitu pintu elevator terbuka, Jeff bergegas membukakan pintu belakang mobil untuk atasannya itu.
Ia mendengar Armando sempat berapi-api sewaktu rapat direksi tadi. Ketika keluar dari pintu elevator pun, keningnya masih berkerut dan alisnya bertaut, jelas masih bersisa emosi yang dibawa dari ruang rapat. Namun begitu ia duduk di kursi penumpang, wajah kusut itu berganti dengan senyuman lebar dan berseri.
"Maaf sudah membuatmu menunggu lama, Babe," katanya sebelum mendaratkan kecupan di bibir Rose yang juga tersenyum menyambutnya.
Rose meraih tangan Armando dan menggenggam tangan yang lebih besar dari miliknya itu dengan erat. Tidak semestinya Armando meminta maaf pada Rose hanya karena dibuat menunggu beberapa menit lebih lama dari yang dijanjikan. Armando bersedia untuk lagi-lagi mengambil cuti untuknya dan menemaninya pergi ke Indiana saja sudah berarti segalanya untuknya.
Setelah Rose meminta tolong untuk ditemani pergi bertemu ibunya, Armando segera menghubungi Jeff untuk mengatur keberangkatan mereka secepatnya. Jeff membelikan tiket pesawat yang hanya dua jam setelah estimasi selesainya rapat direksi. Ia juga menyewakan mobil dan membelikan kamar di hotel mewah berbintang di Indianapolis.
"It's okay, we still have time," balas Rose.
Memang masih ada cukup waktu untuk Jeff membawa mereka menuju bandara. Mereka hanya bisa berharap macet lalu lintas sore ini tidak akan separah itu yang membuat mereka terpaksa menjadwalkan ulang penerbangan.
Mereka sudah melewati pemeriksaan petugas bandara dan berhasil masuk ke dalam pesawat tepat waktu. Tersisa 30 menit dari estimasi penerbangan. Jeff dan kemampuan menyetirnya lagi-lagi menyelamatkan Armando dari kemacetan New York. Armando berhutang banyak memang pada asistennya yang mau ikut terbang bersama mereka ke Indianapolis itu.
"Nervous?"
Rose terbangun dari lamunannya. Ia menoleh ke sebelah, menemukan Armando yang entah sudah sejak kapan melihatnya dari kursinya.
"Bohong kalau aku bilang tidak," ucapnya mengakui.
Armando tersenyum. Ia menyondongkan badannya ke sisi kiri semaksimal yang dibisa dengan seatbelt yang sudah terpasang. Tangannya menarik tangan Rose mendekat bibirnya. Dikecupnya punggung tangan istrinya itu beberapa kali.
"Everything will be fine, Babe. You will be fine. We will be fine," katanya.
Meski klise, Rose percaya betul yang diucapkan Armando. Laki-laki itu selalu menepati ucapannya. Seperti yang pernah disampaikan sebelum-sebelumnya, suaminya itu memang selalu memastikan semua baik-baik saja di hidup Rose. Ia membalas dengan senyum dan anggukan, membuat Armando mencium punggung tangannya sekali lagi.
"Harusnya aku minta Jeff jangan membelikan tiket first class," keluh Armando.
Rose terkekeh. Ia tentu tahu Armando bergurau untuk membuatnya terhibur, tapi ia juga tahu apa yang ingin Armando lakukan jika saja mereka tidak duduk di kursi first class yang punya sekat cukup lebar memisahkan mereka. Armando dan pikiran nakalnya.
"Bagaimana kalau begini..."
Sama halnya dengan Armando, Rose mencondongkan badannya mendekati sisi kanan. Armando melepaskan genggaman satu tangannya pada tangan Rose dan menggunakannya untuk menangkup rahang Rose dan menariknya mendekat. Sebuah kecupan hangat mendarat di bibir Rose. Belum lama mereka berciuman, setidaknya belum selama yang diinginkan Armando, namun pesawat sudah lebih dulu akan mengudara.
"Kita lanjutkan nanti," Armando mengedipkan satu matanya. Dasar genit, pikir Rose yang terkekeh.
Perjalanan 2 jam 30 menit berhasil membawa mereka tiba di bandara internasional Indianapolis. Begitu mendengar pengumuman yang disampaikan pilot, serta melihat pemandangan daratan Indianapolis yang makin lama makin dekat dari kaca jendela, mendatangkan kenangan yang menguasai pikirannya. Silih berganti semua bermain di kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
call me daddy [completed]
Romance[mature and explicit content, 18+] Berawal dari usaha menyambung hidup untuk anaknya, Rosaline berakhir menjadi pemuas nafsu atasannya sendiri.
![call me daddy [completed]](https://img.wattpad.com/cover/236253324-64-k670771.jpg)