Rumah sakit yang dimaksud di dalam surat dari Fiona Wilson itu terbilang besar. Sebelumnya, Jeff sudah mengonfirmasi kepada pihak rumah sakit bahwa nama Karen Clark memang ada di daftar pasien mereka. Mobil yang dikemudikannya ia berhentikan di area drop off di depan pintu lobby. Armando sudah lebih turun sebelum Jeff membukakan pintu. Bosnya itu berjalan ke sisi pintu yang lain dan membukakan untuk istrinya.
Dengan mengenakan blouse lengan pendek berwarna biru muda dan jeans kulot warna dark navy, Rose turun dari mobil dan segera menggandeng lengan suaminya yang mengenakan polo shirt abu terang dan jeans hitam. Rambut Rose sengaja dikuncir satu di belakang. Tas jinjing kecil warna putih setia di tangan kanannya.
"Selamat pagi. Ada yang bisa kami bantu?" sapa wanita yang bekerja di bagian front office rumah sakit itu.
"Pagi. Kami ingin menjenguk pasien atas nama Karen Clark, boleh tahu di mana ruangannya?" tanya Armando.
"Sebelumnya boleh saya tahu dengan bapak dan ibu siapa, dan apakah ada hubungan dengan pasien? Mengingat pasien adalah seorang tahanan, jadi kami harus meminta informasi ini."
Petugas resepsionis itu memberi alasan yang logis di balik tujuannya menanyakan identitas Armando dan Rose. Armando menunjukkan kartu identitas miliknya dan Rose, juga menjelaskan bahwa Rose adalah anak dari Karen. Rose bisa menilai gelagat petugas itu melunak setelah mengetahui bahwa Armando adalah the Armando Lee, sementara ia adalah istrinya yang sempat ramai jadi buah bibir warga lokal Indianapolis karena diperistri seorang pengusaha asal New York.
Ia menelepon sebuah nomor yang sepertinya merupakan nomor telepon ruangan tempat Karen dirawat sebab isi obrolan antara petugas itu dan seorang di sambungan adalah tentang apakah Armando dan Rose diperkenankan menjenguk.
"Ruangannya berada di Intensive Care Unit lantai 3 kamar 5. Petugas security kami akan mengantarkan," kata petugas itu.
Di atas meja resepsionis, ia menyodorkan kembali dua buah kartu identitas yang tadi diserahkan Armando. Tangan petugas itu terangkat, tanda memanggil pada seorang petugas keamanan rumah sakit yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk.
"Tolong antarkan Tuan Armando Lee dan Nyonya Rosaline Lee ke ruang perawatan Nyonya Karen Clark," pinta petugas resepsionis tadi pada seorang pria bertubuh tinggi besar dalam balutan seragam keamanan itu.
Armando dan Rose membuntuti langkah kaki petugas itu. Mereka dibawa untuk menaiki elevator. Pria tadi menekan angka 3. Ketika elevator terbuka, pria itu kembali memimpin langkah ke arah kanan dari pintu elevator. Mereka melewati beberapa kamar rawat dan ruangan yang entah apa, barulah di ujung koridor terlihat sebuah ruangan dengan pintu kaca sliding. Ada tulisan Intensive Care Unit dalam warna merah di tembok atas pintu. Di dalamnya terdapat banyak kamar dengan pintu dan jendela kaca. Semua pasien dan apa yang ada di dalam tiap biliknya bisa terlihat dengan mudah dari luar, memudahkan perawat untuk mengawasi dari bagian nurse corner di tengah ruangan.
Petugas keamanan tadi menjelaskan kepada salah satu perawat tentang maksud kedatangan Armando dan Rose. Setelah menyelesaikan tugasnya, petugas keamanan itu berpamitan dan keluar ruangan. Seorang perawat memberikan sebuah gown medis berwarna biru muda, hair cap, dan shoes cover.
"Hanya boleh satu orang yang bisa berkunjung masuk ke ruang kamar. Silakan untuk memakai ini terlebih dulu," katanya dengan sopan.
"Baik," Rose membalas, meraih satu set gown dan alat pelindung diri lainnya yang diberi.
"Do you think you can handle this? I mean, going in there on your own?" tanya Armando yang kedua tangannya membantu Rose mengikatkan tali gown di punggung.
KAMU SEDANG MEMBACA
call me daddy [completed]
Romance[mature and explicit content, 18+] Berawal dari usaha menyambung hidup untuk anaknya, Rosaline berakhir menjadi pemuas nafsu atasannya sendiri.
![call me daddy [completed]](https://img.wattpad.com/cover/236253324-64-k670771.jpg)