Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Winter sedang sibuk memilih beberapa bahan makanan di rak supermarket, sebenarnya ia malas untuk keluar rumah tapi Jaemin mengeluh lapar dan menolak saat Winter menyarankan dirinya untuk memesan makanan dari Go-Food.
Katanya Jaemin sedang ingin memakan masakan Winter karena beberapa hari ini mereka selalu memesan makanan, Winter sedang dalam mode malas dan tidak ingin memasak.
"Apa lagi ya?" Winter bermonolog sembari memperhatikan troli belanjaannya untuk melihat apa keperluan dapur mereka yang belum ia ambil.
"Oh iya, Jaemin kan suka susu cokelat, gue beliin kali ya, supaya dia enggak repot ke luar lagi" Winter berjalan menuju kasir untuk meminta penjaga kasir membawakan dirinya satu dus susu cokelat.
"Ini,bak. Sekalian susu cokelatnya satu box ya" ujar Winter kepada penjaga kasir itu dan penjaga kasir itu mengangguk.
"Baik, Mbak. Saya ambil susunya dulu ya" kemudian kasir itu pergi dan beberapa menit kemudian ia kembali membawa satu kardus susu cokelat.
"Semua totalnya Rp550.000,00 ya, Mbak" ujar penjaga kasir itu dan Winter memberikan enam lembar uang seratus kepadanya.
"Ini kembalinya, Mbak" kasir itu memberikan selembar uang berwarna biru kepada Winter dan langsung diterima oleh Winter.
"Terima kasih, Mbak. Boleh minta tolong bawain sebagian belanjaan saya ke mobil saya enggak, Mbak?" tanya Winter dan kasir itu mengangguk setuju.
"Boleh, Mbak. Mari saya bantu" penjaga kasir itu membantu membawa belanjaan Winter menuju mobilnya.
Setelah semua belanjaan dimasukkan ke mobil Winter, Winter memberikan uang tip kepada wanita yang bekerja sebagai kasir itu dengan alasan karena penjaga kasir itu ramah dan mau membantunya membawa belanjaannya.
"Terima kasih, Mbak" penjaga kasir itu pamit lalu kembali masuk ke dalam supermarket meninggalkan Winter sendiri di samping mobilnya.
Saat Winter hendak masuk ke mobilnya sebuah suara menghentikan pergerakannya.
"Eh, ada cewek centil" Winter berbalik saat melihat siapa orang yang berucap barusan, Winter mendengus malas melihat orang itu.
"Kenapa mesti ketemu nih curut sih" gerutu Winter dalam hati.
"Sempit banget ya dunia ini, kesini malah ketemu curut" ujar Winter tidak kalah sinis.
"Curut? Enggak lagi manggil diri sendiri kan, Win? Kenapa? Masih marah? Enggak terima? Udah mending lo move on deh dari Jason, dia itu cowok gue" ujar gadis itu dengan nada meledeknya.