🍈 - 15

7.6K 460 31
                                        

Tidak tau aja dia kalau pipi Ningning itu spot favorit Renjun, setiap mereka bersantai di ruang tamu pasti Renjun cubit-cubit pipi Ningning karena gemas dengan pipi embul Ningning

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak tau aja dia kalau pipi Ningning itu spot favorit Renjun, setiap mereka bersantai di ruang tamu pasti Renjun cubit-cubit pipi Ningning karena gemas dengan pipi embul Ningning.

"Jangan tatap saya kaya gitu! Anda mau saya usir dari sini?" ancam Salma membuat Ningning berdecih, merasa heran ternyata masih ada orang modelan seperti ini di zaman sekarang.

"Kenapa? Takut lo gue tatap gini? Makanya kalo mental yupi gak usah sok keras, gue gebuk nangis lo" sinis Ningning yang sudah muak melihat tingkah laku manusia di hadapannya ini.

"Saya? Takut sama anda? Mimpi kali! Saya tau anda ini pasti orang miskin yang pura-pura jadi pacar pak Renjun supaya dibolehin masuk dan nyuri barang kan!" Saras mendorong Ningning hingga Ningning terjatuh.

"Anjing! Bangsat juga lo ya, berani lo buat gue jatuh, hah!" Ningning mendekati Salma dan menarik rambutnya kuat membuat Salma meringis kesakitan.

"AKHH!! CEWEK GILA! LEPASIN!" bentak Salma namun kedua tangannya juga ikut menjambak rambut Ningning, dan terjadilah aksi jambak-jambakan antara istri sah dan perempuan yang ngaku-ngaku jadi pacar Renjun.

"LEPAS?! LO JUGA JAMBAK GUE BEGO! TOLOL BET KAYAK ANJING!" Ningning menarik rambut Salma lebih kuat hingga kepala Salma tertarik kebelakang.

"SAKIT! LEPAS! AKHH!" sumpah Salma ingin menangis sangkin kuatnya jambakan Ningning, malah gak ada yang misahin mereka lagi, semua orang cuma nonton doang.

🍏🍈🍏

Sementara itu di ruangannya Renjun sedang sibuk memeriksa dokumen-dokumen kontrak yang sudah menumpuk karena lama ditinggal olehnya, maklum Renjun sibuk kuliah.

Brak!

"Ansel, ketuk pintu sebelum masuk ke ruangan saya, gak sopan nyelonong masuk kaya gitu!" tegur Renjun karena Ansel, sekertaris-nya masuk ke ruangannya tanpa mengetuk terlebih dahulu.

Btw, Renjun itu punya dua sekertaris. Sekertaris utama itu Ansel, Ansel yang selalu ngurusin perusahaan kalau Renjun lagi sibuk ngampus dan hanya Ansel yang tau kalau Renjun udah nikah.

Kedua itu Salma, yang lagi jambak-jambakan sama Ningning di lobi, Salma biasanya cuma bantu-bantu nyelesain dokumen kalau Renjun sibuk. Dan dia falling love sama Renjun dan ngaku-ngaku ke seisi kantor kalo dia itu pacarnya Renjun. Tapi dia suruh mereka untuk gak ngasih tau Renjun kalau dia bilang ke mereka Renjun sama Salma itu pacaran, dia bilang sih karena Renjun gak suka hubungan mereka di publik, padahal biar gak ketahuan bohong.

"Tu-tuan, it-itu" Ansel sulit berbicara karena sesak habis berlari dari lift ke ruangan Renjun.

"Itu kenapa? Kamu kalau bicara yang jelas" Renjun kesal karena Ansel berbicara tidak langsung pada intinya.

"Nyonya Ningning di-" ucapan Ansel terus terpotong dengan napasnya yang sesak, maklum ya, soalnya Ansel udah lumayan lama gak olahraga jadi lari bentar doang udah berasa mau mati.

𝐏𝐞𝐫𝐣𝐨𝐝𝐨𝐡𝐚𝐧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang