🍈 - 32

7K 470 44
                                        

Giselle menghela napas saat melihat handuk yang terletak di kasur dan beberapa boxer milik Haechan yang sudah berserakan di lantai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Giselle menghela napas saat melihat handuk yang terletak di kasur dan beberapa boxer milik Haechan yang sudah berserakan di lantai.

"Haechan anjing!" umpatnya dengan suara pelan lalu mulai memungut boxer Haechan yang berserakan di lantai.

Giselle mengambil handuk yang tergeletak di kasur dan menjemurnya di balkon, lalu kembali ke dalam kamar dan mulai melipat boxer Haechan yang tadi sudah ia pindahkan ke atas kasur.

"Akhirnya selesai, kurang asem ni si Haechan! Kalo gak gue pukul pake sapu pasti gak mau nurutin omongan gue" gerutunya lalu memasukan boxer yang sudah dilipatnya kedalam lemari.

Giselle memutuskan untuk tidur karena belakangan ini dia benar-benar kelelahan, mulai dari mengerjakan skripsi dan mengurusi rumah juga si tengil Haechan.

🍏🍈🍏

"Habisin! Kalo makan jangan dikit" omel Haechan saat melihat Giselle tidak menghabiskan makanan di piringnya.

"Udah gak nafsu gue" jawab Giselle lalu meletakan piring itu ke dalam wastafel.

"Chan, gue ke kamar duluan ya, mau lanjut ngerjain skripsi" ujarnya lalu pergi ke kamar mereka terlebih dahulu.

Setelah beberapa menit Haechan pun selesai makan dan menyusul Giselle ke kamar mereka. Saat memasuki kamar, ia dapat melihat Giselle yang sedang duduk di sofa balkon sambil mengerjakan skripsi.

Haechan menghampiri Giselle dan mendudukkan dirinya di samping wanita itu, tanpa izin Haechan langsung menyandar pada bahu Giselle. Giselle hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada layar laptop.

"Gi" panggil Haechan.

"Hm?" jawab Giselle dengan deheman singkat.

"Yok" Giselle menoleh, menatap bingung Haechan yang tiba-tiba mengajaknya entah kemana.

"Kemana?" tanya Giselle.

"Itu" Haechan menunjuk kasur membuat Giselle langsung connect dengan maksud Haechan.

Plak!

Satu pukulan berhasil mendarat di tengkuk Haechan, Haechan memegang tengkuknya sambil meringis kesakitan.

"Mesum! Baru kemaren ya, Chan! Kalo lo mintanya tiap hari itu namanya lo mau bunuh gue! Kenapa? Mau gue cepet-cepet mati? Biar nyari yang baru?!" amuk Giselle.

"Ih gak gitu! Kan kalo gak mau tinggal nolak, gak usah main tangan, sakit ni tengkuk gue, gue laporin kdrt lo ya!" Haechan menatap sengit Giselle.

𝐏𝐞𝐫𝐣𝐨𝐝𝐨𝐡𝐚𝐧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang