Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
3 tahun kemudian.
Hari ini rumah Jaemin dan Winter sangat ramai. Tapi bukan ramai karena pesta besar melainkan karena empat bocah balita yang tidak bisa diam. Ada yang lari-larian, ada yang bernyanyi namun liriknya tidak jelas, ada juga yang berebut mainan.
"Chacha!" Pricilla menari di tengah ruang tamu sambil memakai kacamata mainan dan jubah merah muda, lalu memukul pelan lengan Charlotte yang sedang duduk di atas sofa sambil bermain boneka Barbie.
"Chacha, kita main Pwincess aja!" ajaknya.
Charlotte langsung berdiri dengan wajah kesal, "Aku ukan Chacha! Aku Chawlot! Api Papa anggil aku PWINCESS!" katanya sambil tersenyum lebar ke arah Jeno.
Di pojok ruangan, Haechan yang sedang memakan keripik langsung berucap, "Chacha aja! Nama lo kepanjangan, Chacha lebih simpel".
Charlotte mendelik, "Amau ianggil Chacha!" protesnya, lalu berjalan cepat dengan wajah cemberut ke arah Jeno.
"PAPA! Om Ethan anggil aku Chacha agi, adahal kan amaku tuh Pwincess Chawlot! Pwincess ukan Chacha!" amuknya.
Jeno yang tadinya sedang bermain ponsel langsung menggendong Charlotte, "Oke, sayang. Siapa yang panggil kamu Pwincess?" tanya Jeno.
"Papa sama Mama" jawab Charlotte dengan wajah cemberutnya.
Jeno menatap sinis Haechan, "Chan, anak gue Pwincess. Lo salah kalo manggil dia Chacha, entar kalo nangis gue yang repot" tegur Jeno.
Haechan tertawa, "Lagian namanya susah banget" ujar Haechan.
Winter yang baru saja datang dari dapur sambil membawa jus mangga untuk anak-anak langsung mengomel setelah melihat kelakuan putri semata wayangnya itu, "Pricilla, turun dari atas meja!".
"Amau Mama!" Pricilla menolak sambil berdiri di atas meja dengan pose seperti model di runway.
"Turun, Pricilla" peringat Jaemin dari sofa, tapi sudah sedikit pasrah dengan tingkah laku Pricilla. Sekarang putrinya itu bukan hanya centil, tapi juga merasa dirinya adalah Princess yang paling cantik di dunia.
Sementara itu, Logan yang memang sangat pendiam duduk di samping Jeno sambil bermain puzzle seorang diri. Sifat Logan itu sempat membuat Jeno dan Karina khawatir sampai membawa Logan ke psikolog namun hasil tesnya menyatakan bahwa kepribadian Logan memang cenderung introvert.
Logan menoleh saat Karina datang dari dapur membawa sepiring biskuit dan mendudukkan dirinya di samping Logan membuat Logan yang awalnya sedikit menyandar pada lengan Jeno langsung bergeser merapatkan duduknya dengan Mamanya itu.
Karina menoleh saat Logan menyenderkan kepalanya di lengan Karina, Karina tersenyum dan mengelus rambut Logan. "Kenapa sayang?" tanya Karina dan Logan hanya menggeleng lalu kembali bermain puzzle.
"Gue masih bingung, Rin. Gimana bisa Charlotte aktif banget sementara Logan pendiem banget?" tanya Giselle.
Karina tersenyum lalu kembali mengelus rambut Logan, "Gue juga gatau, Gi. Kata psikolog emang kepribadiannya introvert" jawab Karina.