Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah dua minggu sejak Pricilla Genoveva lahir ke dunia, dan sejak itu, hidup Jaemin dan Winter resmi berubah menjadi shift malam non-stop. Pekerjaan Jaemin di kantor tetap berjalan, tapi untuk tidur? Selamat tinggal.
Pagi itu, mereka berkumpul bersama di rumah Giselle dan Haechan, sekaligus melihat persiapan baby shower kecil-kecilan untuk Ningning. Baby shower yang terbilang mendadak, lebih tepatnya adalah acara makan-makan.
"Ren, lo tuh kenapa sih? Dari tadi diem aja" tanya Jeno sambil memakan kue lapis.
Renjun yang duduk di sebelah Ningning hanya tersenyum kecut, "Gue lagi serba salah, si Ningning dari pagi ngomel-ngomel mulu" ucap Renjun.
"NGOMEL APAAN?!" suara Ningning langsung terdengar, Ningning sedang sensitif belakang ini.
"Lo baru pulang tadi pagi ya, lo mana tau gue dari semalem pinggang gue pegel banget!" kesal Ningning.
"Ning, udah dong. Jangan ngomel mulu" Renjun langsung merasa panik dan refleks memijit pinggang Ningning.
Winter yang baru duduk di sebelah Giselle hanya tersenyum tipis sambil menidurkan Pricilla, "Tenang, Ning. Gue dua minggu lalu juga gitu. Nanti pegelnya bakal hilang kok" ujar Winter.
"Bener, gue juga gitu kok kemaren" sahut Karina sambil menggendong Charlotte entah kenapa sangat tenang hari ini.
Jaemin dateng dari dapur membawa piring berisikan donat. Ning, lo tadi bilang pengen makan donat kan? Nih, Winter nyuruh gue masakin donat buat lo" Jaemin meletakkan piring itu di meja yang ada di hadapan Ningning.
Ningning yang tadinya merasa kesal langsung tersenyum. "Aduh Jaem, gue tau lo emang sahabat sejati! Gak kayak Renjun nih, gak peka banget hidupnya" sindir Ningning.
"Lo tadi cuma bilang laper, gak bilang lo pengen donat" bela Renjun sambil tetap memijit pelan pinggang Ningning.
Giselle tiba-tiba memukul tengkuk Renjun karena kebodohan suami sahabatnya itu.
"BEGO! DIA MAU LAHIRAN ITU!" teriak Giselle dan Karina bersamaan.
Winter langsung berdiri, walau sedikit oleng karena baru dua minggu pasca melahirkan. "JAEM, SIAPIN MOBIL!" suruhnya.
Haechan sudah bersiap mengambil tas perlengkapan bayi. Sementara Renjun terdiam di tengah ruang tamu sambil merapalkan doa.
🍏🍈🍏
3 Jam Kemudian...
Ruangan inap rumah sakit dipenuhi aroma bayi dan rasa lega yang luar biasa. Ningning tertidur lelap di atas brankar, rambutnya sedikit berantakan, wajahnya masih terlihat kelelahan.