LANTANA (08)

25.2K 1.7K 6
                                        

Hari ini merupakan hari yang sibuk bagi PT Hansa Food, terutama di lantai 3 gedung bertingkat yang difungsikan sebagai aula untuk pertemuan. Lantana sedang sibuk merangkai bunga untuk dekorasi panggung yang akan digunakan sebagai acara peresmian dan telah beroperasinya PT Hansa Food sebagai produsen makanan ringan. Merangkai bunga adalah kegemaran Lantana.

Dulu hampir setiap hari Lantana selalu merangkai bunga untuk menghiasi rumah yang ia tinggali bersama Bian. Tapi, jika ada bunga yang terlihat Bian, lelaki itu pasti membuangnya ke tempat sampah. Hal itu tak menyurutkan tekat Lantana untuk merangkai bunga. Setiap hari ia memesan bunga, lalu merangkainya dengan cantik dan menaruh di setiap ruangan meski setiap hari Bian membuangnya.

Sudah terhitung satu minggu Lantana bekerja di Pt Hansa Food dan ia sangat menikmati pekerjaannya. Setiap pagi ia menyapu dan membersihkan area kantor dengan 2 teman lainnya sesama office girl, setelah itu membantu pegawai kantor memfotokopi dokumen, merapikan file yang berserakan ataupun membeli keperluan kantor. Dia juga ditugaskan mengantar dokumen ke kantor pos maupun cabang lain dengan mobil operasional perusahaan yang ia setir sendiri. Lantana sempat bingung bagaimana bisa Pak Rendra mengetahui bahwa Lantana bisa menyetir mobil? Apa Ia pernah menulis di lamaran pekerjannya bahwa ia bisa menyetir mobil?

Selesai dengan bunga yang dirangkainya, Lantana pergi menata tumpeng nasi kuning yang diletakkan di tengah panggung. Lantana meletakkan pisau untuk memotong tumpeng yang nantinya akan dipotong saat acara inti sebagai simbolis acara. Nantinya tumpeng akan dipotong oleh wakil dari owner perusahaan dari kantor pusat bersama jajaran direksi terkait. Acara yang dihadiri oleh seluruh karyawan PT Hansa food tersebut akan dilaksanakan mulai jam 09.00 sampai 11.00.

"Lantana bisa minta tolong!" pinta Aulia yang datang dengan tiba-tiba.

"Tolong ambilkan nasi kotak yang di pesan di catering Mawar. Harusnya diantar, tapi mobil milik catering mogok dan harus diperbaiki dulu di bengkel!" ucap Aulia dengan tergesa.

"Ini kunci mobil dan alamat catering nya. Nasinya 70 kotak sama ada snack juga. Tidak apa-apa kan kamu telat menghadiri acara?" lanjut Aulia.

"Tidak apa-apa kok. Kalau tidak di ambil kasihan nanti karyawan yang lain tidak makan siang!" jawab Lantana.

**

Lantana menurunkan dan membawa 70 kotak nasi dan snack dari dalam mobil ke lantai 3 yang di bantu temannya, 2 office girl dan 2 office boy. Setelah menata nasi dan snack di bilik ruangan kecil sebelah aula, teman-temannya memasuki aula pertemuan sedangkan Lantana masih merapikan kotak nasi. Sayup-sayup terdengar acara yang telah di mulai dan wakil owner dari kantor pusat sedang memberi sambutan.

Saat memasuki aula, Lantana dikejutkan dengan laki-laki yang sedang berdiri di tengah panggung. Laki-laki yang mengenakan kemeja formal itu menjelaskan struktur perusahaan pada para karyawan di aula tersebut. Lantana semakin kaget, melihat bagan tertinggi perusahaan yang ditulis sebagai owner perusahaan. Itu adalah Halim group, perusahaan milik Bian mantan suaminya. Itu berarti Hansa group adalah cabang dari perusahaan Bian. Laki-laki itu tiba melihat Lantana, yang membuat dia gugup.

"Tana! Ayo duduk sini!" Mira melambaikan tangan dan berteriak setengah berbisik pada Lantana. Lantana berjalan menuju Mira dan duduk di kursi kosong yang berada di samping Mira.

Pikiran Lantana kalut melihat lelaki yang berada di panggung aula tersebut. Laki-laki bernama Bima yang dulu dikenal Lantana sebagai asisten pribadi Bian. Laki-laki yang seumuran dengan Bian tersebut dulunya adalah pusat informasi bagi Lantana untuk mendapatkan info mengenai klub malam yang akan di kunjungi Bian untuk bersenang-senang.

"Tana?" Ucap Mira sambil menyenggol tubuh Lantana dengan sikunya yang menyadarkn lamunan Lantana.

"Eh iya? Ada apa?" Sahut Lantana terbata.

"Darimana saja? Kok terlambat?" Tanya Mira sekali lagi.

"Oh dari ambil nasi di catering Mawar, tadi mobilnya mogok jadi aku yang harus ambil kesana!" jawab Lantana sambil sesekali melihat Bima. Lantana menjadi gugup, apakah Bima masih mengenalnya? Sementara sudah banyak perubahan pada dirinya.

"Semoga Bima tidak mengenaliku." doa Lantana dalam hati.

LANTANATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang