38

5K 379 2
                                        

"Adek astaga" Haechan hampir saja menjatuhkan gelas di meja, untung nya langsung di tahan dengan Mark. Mereka sedang berada di studio Choom untuk rekaman dance mereka di sana.

Dan mereka baru saja istirahat, tadi habis sesi rekaman bagian clip saja. Akhir akhir ini memang Haechan jadi sering nakal, apalagi tangan nya sering enggak bisa diam.

"Adek mau ambil apa?" Tanya Jaemin

"Mauuu ituu" Tunjuk nya ke daging ayam yang ada di box. Jaemin mengambil tisu lalu mengambil ayam nya dengan tisu, agar tangan anak itu tidak berminyak dan malah ngelap ke baju.

"Ini, makannya duduk di sana. Nanti kalo mau lagi bilang ya" Haechan menganggukkan kepala nya lalu berjalan ke sofa.

"Hyung yang waktu itu? Jadi nya gimana?" Tanya Jeno. Mereka belum membahas nya kembali. Terakhir mereka membahas di agensi sehabis itu pas pulang mereka tidak membahas nya lagi. Pertanyaan Haechan yang waktu itu sudah mereka jawab, mereka hanya mengatakan "Adek di kirim suruh ikut lomba" itu yang mereka ucapkan.

"Hyung enggak mau bahas itu dulu Jeno, nanti saja kalo Hyung sudah ada mood" Ucap Taeyong lalu di anggukan dengan Jeno.

Taeyong selama seminggu ini jadi lebih sering diem, bukan seperti Taeyong pada umum nya yang mereka kenal. Kecuali kalo sama Haechan, sifat Taeyong akan biasa saja di depan Haechan. Tapi, di belakang Haechan Taeyong akan lebih sering memperlihatkan muka datar nya.

"Taeyong-ssi besok kita ke agensi lagi, kita bahas soal Haechi" Ucap manajer yang menghampiri Taeyong.

"Yang lain aja Hyung, aku besok enggak bisa" Ucap Taeyong yang sedang melihat ponsel nya. Manajer menghela nafas panjang lalu pergi, Taeyong menoleh singkat lalu kembali menatap layar ponsel nya.

"Mamaaaa" Panggil Haechan yang menghampiri Taeyong. Taeyong menolehkan kepala nya menaruh ponsel di meja.

"Kenapa sayang?"

"Mamaaaa bukainnn" Haechan memberikan bungkusan permen ke Taeyong. Taeyong membuka bungkusan permennya lalu menyuapi ke mulut Haechan.

"Makasihhh"

Di ujung, Johnny dan Jaehyun menatap Taeyong dan Haechan.

"Hyung kita harus gimana?" Tanya Jaehyun.

Johnny menghela nafas panjang. "Besok kau ikut rapat dengan agensi ajak Yuta juga. Kita bahas ini bareng bareng" Ucap nya lalu di anggukan dengan Jaehyun.

***

Selesai melakukan rekaman, mereka istirahat masing masing. Mengambil minum di meja dan juga mengambil tisu untuk menghapus keringat.

"Dreamies  sama Wayv bisa ganti baju duluan" Ucap salah satu staff noona. Dreamies dan Wayv mengganggukkan kepala nya lalu mereka pergi ke ruang ganti baju.

"Adek mana Hyung?" Tanya Taeil

"Tidur di sofa sana, tadi di suruh pulang enggak mau" Taeyong, Taeil, dan Doyoung menghampiri Haechan yang masih tertidur di sofa. Doyoung mengambil bantal dan menaruh di bawah kepala Haechan.

"Kalian gantian ganti baju" Member 127 pergi ke ruang ganti baju. Sesudah semua member ganti baju, Johnny menghampiri Haechan lalu mengendong anak itu untuk di bawa ke mobil. Mengelus belakang rambut Haechan untuk tidur kembali.

***

"Sajangnim bisa kita pikirkan terlebih dahulu untuk mengirimkan Haechi ke luar negeri?" Tanya Johnny.

Johnny, Jaehyun, Yuta dan manajer sedang berada di ruang Lee Soo Man. Utnuk membahas kembali tentang pengiriman Haechan keluar negeri.

"Baik, kalian hanya punya waktu 5 bulan untuk memikirkan baik baik" Ucap Lee Soo Man

"Kalo Haechi tetap di sini? Apakah boleh?" Tanya manajer

"Tidak bisa, Haechi harus di bawa keluar negeri"

"Mian sajangnim, saya tidak setuju untuk mengirimkan Haechi di umur 7 tahun yang sangat masih kecil sekali. Sajangnim harus nya tau, kalo Haechi sudah tidak ada orang tua dan hak asuh sudah ada di tangan kita. Itu artinya semua persetujuan atau kesepakatan ada di tangan kita bukan di sajangnim" Jelas Johnny.

"Saya sudah memikirkan dari jauh hari"

"Sejauh apa? Sampai sajangnim sendiri berpikir hal itu? Sajangnim kalo mau ngirim Haechi kirim aja tapi saat dia 17 tahun ke atas bukan umur 7 tahun. Haechi belum ngerti ngerti apa apa tentang dunia luar apalagi ini di luar negri, yang dimana ia belum tau tentang orang orang di luar negeri seperti apa" Ucap Yuta, Lee Soo Man yang mendengar nya hanya terdiam.

"Saya tidak mengerti tentang pikiran sajangnim seperti apa. Tapi, maaf saya tidak setuju jika Haechi di bawa keluar negeri tanpa ada pantauan dari siapa pun" Ucap Jaehyun. "Kalo gitu kita permisi dulu sajangnim. Selamat siang" Lanjut Jaehyun. Mereka bertiga meninggalkan ruangan sajangnim.

"Mianhae sajangnim saya tidak bisa memaksa mereka, mereka sekarang orang tua Haechi jadi semuanya ada di tangan mereka. Kalo gitu saya permisi" Manajer keluar dari ruangan. Lee Soo Man yang ada di dalam hanya menatap pintu yang baru saja di tutup dan menghela nafas panjang.

Mereka bertiga sudah sampai di rumah dengan di antar manajer. "Kalian tenang saja, Hyung akan mengurus hal ini" Ucap Manajer.

"Gomawo hyung" Ucap Johnny

"Tenang saja, Haechi tidak akan kemana mana" mereka bertiga menganggukkan kepala nya. Lalu mobil manajer pergi dari pekarangan rumah mereka.

Mereka bertiga masuk ke dalam rumah. Suara Haechan dari dalam terdengar sampe depan pintu.

"Eoh udah selesai? Kalian makan siang dulu aja" Ucap Taeil lalu mereka bertiga menganggukkan kepala nya.

"Papaaaa!" Pekik Haechan yang lari dari arah belakang halaman.

"Aigoo sayang papa" Yuta mengendong Haechan dan mencium pipi nya.

"Udah makan belum?" Tanya Johnny.

"Udahhh"

"Makan apa?" Tanya Jaehyun

"Makannn kimchi jjigae"

"Siapa yang buat?" Tanya Yuta yang sudah membawa Haechan ke ruang makan.

"Bibiiiii"

Mereka bertiga terkekeh. "Ya udah papa makan dulu ya, adek main lagi sana" Yuta menurutkan Haechan. Haechan mengganggukkan kepala nya.

"Papaaaa tolong ambilkan es krimm dulu" Ucap Haechan, Jaehyun berjalan ke kulkas membuka kulkas lalu mengambil satu cup es krim untuk Haechan.

"Dah nih"

"Makasihh paaaa" Haechan pergi ke halaman belakang lagi. Sedangkan mereka mulai makan siang yang sudah di siapkan lauk nya di atas meja.

***

"Gimana jadi nya?" Tanya Taeyong

"Manajer nanti yang ngomong" Ucap Yuta. Taeyong menganggukkan kepala nya. Mereka berada di kamar Taeyong dan Johnny.

"Semoga enggak jadi, aku beneran enggak mau Haechi di kirim ke sana"

"Bukan kau saja, kita semua juga"

Hening seketika di dalam kamar. Mereka semua sedang ada di pikiran masing masing. Sampai pintu sambung kamar Haechan terbuka. Haechan menyembulkan kepalanya di pintu.

"Kenapa sayang? Kok belum tidur siang?" Tanya Yuta

"Mamaaa temeninn"

"Tidur sini aja sama mama" Haechan masuk ke dalam, menutup pintu lalu menghampiri mereka. Naik ke atas kasur.

"Sini, tiduran di sini" Haechan merebahkan diri nya di kasur. Di tengah tengah antara Taeyong dan juga Yuta.

"Udah bobo ya" Haechan menganggukkan kepala nya. Paha Haechan di tepuk tepuk dengan Taeyong sampai anak itu tidur dengan tenang.





1 Juni 2023

Baby Bear Haechi - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang