38

1.9K 270 11
                                        

Setelah berkumpul dengan teman temanya chika selama 1 jam 26 menit lamanya. Aran dan chika kini memutuskan untuk pulang, karena sekarang sudah mulai larut malam.

Mata aran fokus menatap jalan raya yang sudah mulai sepi. Sedangkan chika, gadis itu sudah tertidur pulas sembaru tanganya menggengam tangab aran yang berada di pahanya.

Tak berapa lama, mobil aran memasuki pekarangan rumah chika.

Aran pelahan melapaskan genggaman tangan chika.

"Kasian banget, pasti pegel tidur begini"gumam aran.

Aran buru buru turun dari mobilnya, setelahnya ia bejalan membuka pintu mobil chika.

Dengan perlahan, aran mengendong chika ala koala.

Tok tok

Aran mengetuk pintu rumah chika, tak berselang lama, pintu itu terbuka menampilkan aya di sana.

"Eh aran, itu chikanya kenapa?"

"Tidur tante, ngantuk banget dianya"sahut aran.

"Ya udah bawa masuk gih ke kamarnya"

Aran menganggukan kepalanya, aran melangkahkan kakinya menuju kamar chika.

Seampainya di kamar chika, aran dengan perlahan membaringkan tubuh mungil chika di kasur.

Tak lupajuga aran menyelimuti tubuh chika. Aran menjingkokkan dirinaya, mensejajarakan dirinya dengan wajah chika.

Ia mengelus lembut pipi chubby milik chika. Ingin sekali aran menggigit pipi itu, namun ia urungkan, karena aran tak mau menggangu tidur chika.

Dirasa sudah cukup memandangin wajah chika, aran bejalan keluar dari kamar chika. Ia berpamitan pada aya untuk pulang.

***

Tak terasa, besok adalah hari pernikahan aran dan chika. Mamah aran sangat sibuk mengatur semua dekorasi di pernikahan aran.

Wanita tua itu sangat amat crewet jika ada satu dekor yang tidak cocok di matanya.

"Emak emak banyak maunye!"cibir freya yang sedari tadi mengintili mamanya.

Sedangkan aran, pria itu hanya bermalas malasan di kamarnya. Entahlah, haru ini rasanya aran ingin tidur di kamarnya saja.

Ting!

Mata aran terbuka saat mendengar suara dering handphonenya.

Aran mengambil handphonenya di nakas.

•••
Chika❤️

Chika: mas... kangen :(

Aran: besok full bareng aku di kamar

Chika: ih! Mesum!

Aran: biarin, kan besok udah sah

•••

Aran terkekeh kecil saat melihat pesannya yang hanya di baca saja oleh chika. Aran yakin, pasti gadis itu sedang kesal dengannya.

Aran kembali merbahkan dirinya, ia memejamkan matanya. Hari ini ia harus beristirahat dengan cukup. Agar besok malamnya, dirinya bisa membuat 100 anak dengan chika.

***

Besoknya, tepat di jam sepuluh pagi aran dengan gagahnya berjabat tangan dengan penghulu. Mulutnya dengan lantang mengucapkan kaliamat sakral.

Sedangkan chika, di dalam hatinya besorak senang karena dirinya sekarang sudah menikah dengan aran.

"Anjay nanti malem party"batin chika.

"Gimana para saksi. Sah?"

"Sah!!"

Teman teman aran bersorak riang. Mirza menangis haru melihat temanya yang sudah menikah.

"Anjing, gw jomblo sendirian sekarang"tangis mirza.

"Elah asu ini! Lo anggap gw apa?"cibir ollan menggeplak kepala mirza.

"Nyenye"cibir mirza.

***

Setelah acara selesai, chika dan aran untuk sementara waktu tinggal di rumah mama aran.

Aran sebenarnya sudah menyiapkan satu rumah untuk dirinya dengan chika nanti setelah mereka menikah.

Namun, mama aran memohon untuk seminggu ini saja mereka berdua tetap tinggal di sana.

"Aduh pengantin baru... gih masuk ke kamar"ucap mama aran girang.

Sedangkan freya yang berada di samping mamahnya hanya berdecak kesal.

"Awas kejang kejang karena kesenengan"gumam freya pelan.

"Aran... inget ya. Buat cucu selusin buat mamah"

Chika terbatuk berat mendengar ucapan mamah mertuanya itu.

"Mati gw nih"batin chika.

"Siap laksanakan mah"ucap aran tersenyum miring kearah chika.

Chika yang melihat itu bergidik ngerih, ingin sekali dirinya kabur dari sini

"Udah deh bang elah... buru sana masuk! Banyak derama"ujar freya.

"Sabar bocil!"kesal aran.

"Ayo sayang"ajak aran mengandeng tangan chika masuk ke kamarnya.

Sesampainya di kamar, aran menjatuhkan dirinya ke kasur empuknya. Tubuhnya sangat capek sekali hari ini.

Sedangkan chika, ia menutup pintu kamar tak lupa menguncinya. Ia mentap ke arah aran yang tengah berbaring tengkurap di kasur.

Chika yang melihat itu menggeengkan kepalanya saja.

Ia berjalan mendekati aran."mandi dulu sana baru tidur"

"Em... kamu aja dulu. Aku capek banget pengen baring bentar"sahut aran pelan.

"Ya udah, abis aku selesai mandi. Mas mandi ya"ucap chika yang di balas anggukan kecil oleh aran.








Tuh dah nikah.
Mau minta apa lagi kelen?

Tbc

Bos Galak Itu Bocil Ku!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang