Chapter 23: Makin Lama Makin Berani

238 23 4
                                        

''Cukup, kita akhiri pertemuan kali ini, jangan lupa tugasnya dikerjakan. Silahkan istirahat!'' ucap ibu guru.

Seluruh siswa 12B pun berhamburan keluar kelas, termasuk Jisoo. Gadis cantik itu sudah tidak sabar untuk menemui Hyunsuk. Dia harus cepat sebelum laki-laki itu pergi dari kelas.

Sesampainya di kelas 12A, Jisoo disambut tatapan sinis Jennie, Lisa, dan Rose. Namun, hal tersebut tak membuatnya gentar.

''Hyunsuk, gimana kondisi tangan kamu? Loh, kok, perbannya udah dilepas, sih, harusnya biarin dulu sampai 24 jam, habis itu baru diganti yang baru. Kalo gini caranya bakal lama sembuhnya!''

''Nih, ngomel aja sama orang yang udah bantuin gue ngelepas perbannya,'' kata Hyunsuk sambil melirik Jennie. Sengaja.

''Kenapa kamu lepas perbannya, Jen? Luka Hyunsuk itu masih baru dan butuh perawatan maksimal. Kalo lukanya nggak ditutup nanti kena debu, gesekan, segala macem. Minimal diganti yang baru bukan dibiarin gitu aja!''

Jennie menjawab dengan sinis, ''Lu pikir gue sebodoh itu sampe nggak bisa ngira-ngira lukanya butuh perban atau enggak? Sekarang liat baik-baik tuh tangan Hyunsuk! Nggak ada luka apa-apa, Jisoo. Tangannya nggak sampai melepuh, bekas kemerahannya juga pelan-pelan pudar. Kenapa lu selebay itu, sih, padahal yang bersangkutan aja santai?''

Hening.

Hyunsuk bertepuk tangan dalam hati. Singa betinanya ini memang bisa diandalakan.

''Kayaknya gue belum pernah ngomong ini ke elu dan gue akan ngomong sekarang ... jauhi Hyunsuk!'' kata Jennie penuh penekanan pada dua kata terakhir.

Jisoo membeku.

Hyunsuk tidak menyanggah ucapan Jennie kerena dia sendiri sudah lama ingin mengatakan hal itu. Baguslah kalau Jennie sudah mewakili.

''Cabut, guys!'' kata Hyunsuk sembari merangkul Jennie.

Enam sekawan itu pergi meninggalkan Jisoo sendirian.

-

''Tuh muka dari tadi ditekuk mulu. Kenapa, sih, Hwan?'' tanya Jihoon.

Haruto menyahut, ''Galau dia. Dari semalem Rose nggak bales chat-nya, padahal online.''

''Waduh, jangan-jangan online buat yang lain,'' goda Jihoon, disambut tawa Haruto.

''Ck, asem lu berdua!''

''Makanya cepetan tandain, keburu sadar Rose-nya terus kabur.''

''Bener tuh kata Jihoon. Kalo belum diapa-apain udah kabur, kan, rugi.''

''Otak lu berdua tuh isinya selangkangan mulu. Nggak tau apa kalo gue bener-bener cinta sama Rose?!''

''Tai kucing!'' teriak Haruto dan Jihoon, kompak.

Junghwan mendengus. ''Hah, emang susah ngomong sama manusia setengah setan.''

Jihoon mencebik. ''Eh, cari hiburan yuk!''

''Ayok, tapi hiburan apa?'' tanya Haruto.

''Belum tau. Jalan aja dulu. Yuk, Hwan, ikut nggak lu?'' ajak Jihoon yang mulai beranjak dari tempatnya.

Ya kali Junghwan nggak ikut. Siapa tahu nemu obat galau.

-

Setelah membeli minuman dan cemilan dari koperasi sekolah, Hyunsuk, Jaehyuk, Jeongwoo, Jennie, Lisa, dan Rose memutuskan untuk nongkrong di rooftop.

''Woy, roti keju gue itu!'' teriak Hyunsuk pada Jeongwoo yang baru saja membuka bungkus roti keju.

''Hehe, kirain buat gue.''

YOUNGBLOODTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang