Chapter 11: Masalah Hati

343 28 9
                                        

Jennie terpantau sedang bersantai di kamar Hyunsuk. Posisinya tengkurap. Dia tampak nyaman meski suhu AC terasa sangat dingin sedangkan tubuhnya hanya dibalut hot pants dan tank top yang tidak menutupi pusar.

Matanya fokus menatap laptop yang sedang memutar sebuah film. Jantungnya ikut berdebar ketika sampai pada adegan dua puluh satu plus. Tanpa disadari, Jennie juga menggigit bibir bawahnya.

Belum selesai adegan itu, tiba-tiba fokus Jennie pecah. Ada satu panggilan video masuk. Tertera nama Lisa di sana. Terpaksa dia menjeda film lebih dulu.

''Hai, Lis!'' sapanya sembari mengubah posisi menjadi duduk bersandar di headboard.

''Hai, Jen! Bentar, gue sambungin ke Rose dulu!'' kata Lisa.

Tak lama, Rose pun bergabung.

''Gimana? Ada apa?'' tanya Jennie.

''Mau lanjut ngomongin masalah yang kemarin. Jujur, gue belum nemu titik terang. Gue nggak tau harus gimana!'' kata Lisa.

''Sama, gue juga bingung. Seumur-umur kenal, gue nggak pernah ngerasa seribet ini ngadepin mood Jeongwoo!'' timpal Rose.

''Saran gue, sih, komunikasi. Ngobrol!'' kata Jennie.

''Gimana mau ngobrol, Jen, baru juga disapa udah judes terus pergi gitu aja. Ah, nggak ngerti lagi gue!'' keluh Rose.

''Jaehyuk juga cenderung menghindar dari gue,'' sambung Lisa.

Hening.

''Mungkin lu tau sesuatu, Jen?'' tanya Lisa.

''Ya karena mereka suka sama lu, tapi lu berdua nggak peka dan malah deket sama rival mereka!'' batin Jennie. Sekali pun dia tahu, dia merasa tidak berhak bicara yang sebenarnya. Urusan hati biar yang bersangkutan saja. ''Nggak tau,'' kata Jennie pada akhirnya.

Lisa dan Rose terlihat sedih.

''Coba ngobrol baik-baik. Ajak ketemu di luar jam sekolah, sekalian jalan-jalan. Toh, udah lama juga kalian nggak jalan bareng mereka!''

Dua orang di seberang sana kompak mengangguk, menampung saran dari Jennie.

Pintu kamar mandi terbuka. Hyunsuk keluar dari sana dengan rambut basah. Berjalan santai menghampiri Jennie dan dengan percaya diri ikut bergabung dalam sesi video call walau dia tidak memakai baju.

''Astaga, Hyunsuk!'' seru Rose.

''Woy, lu telanjang? Lu berdua habis-'' Lisa sampai tak sanggup melanjutkan kalimatnya.

Hyunsuk merebut handphone Jennie dan mengarahkan kamera pada selangkangannya yang dibalut boxer brief Calvin Klein.

Mata Lisa dan Rose membola.

''Gila, gede banget!'' celetuk Lisa.

''Kenapa? Mau?'' goda Hyunsuk pada Lisa.

Jennie melayangkan tatapan tajam pada Hyunsuk sebagai bentuk protes atas ucapan laki-laki itu.

''Becanda, sayang!'' kata Hyunsuk pada Jennie.

Jennie kembali mengambil alih handphone-nya. ''Pake baju sana!''

Hyunsuk tidak menggubris. Dia malah memeluk perut Jennie dan meletakkan dagunya di bahu gadis itu sembari mencuri kecupan kecil di bagian leher.

''Lu bisa minggir dulu nggak, Suk? Kita pengen ngobrol sama Jennie, bukan nonton lu mesum!'' kata Rose.

Hyunsuk senyum. ''Nggak bisa, Rose. Mending kalian yang udahan ngobrolnya karena gue udah nggak tahan pengen masuk!''

''Astaga, kuping gue ternodai!'' seru Rose. Setelah itu memutus sambungan.

YOUNGBLOODTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang