Chapter 32: Pelik

235 20 16
                                        

''Perkara potong wortel doang sampe segitunya?'' heran Lisa.

Jennie mengangguk. Dia baru saja curhat pada Lisa dan Rose tentang kejadian di rumah orang tua Hyunsuk kemarin.

Ngomong-ngomong, mereka bertiga sedang ada di kantin, terpisah dari geng onar yang memilih bolos ke rooftop.

''Ih, Ibunya Hyunsuk ngeri juga ya,'' timpal Rose.

''Kalo gue, sih, ogah punya mertua kek gitu. Pikir-pikir lagi lah, Jen. Masih banyak cowok ganteng di luar sana yang Ibu Bapaknya baik.''

''Atau lu nikah sama Hyunsuk pas Ibunya udah meninggal,'' sambung Rose.

Seketika Lisa tersedak kentang goreng.

''Rose, mulut dijaga! Nggak enak kalo anaknya denger,'' tegur Jennie.

Rose cengar-cengir seperti tidak punya dosa.

Jennie kembali mencomot kentang goreng.

''Kayaknya gue nggak masuk dalam ekspektasi calon menantu yang baik menurut keluarga dia deh,'' ucap Jennie.

Lisa dan Rose saling melirik. Keduanya bisa merasakan kesedihan yang tersirat dari nada bicara Jennie. Sungguh malang nasib kawan satu ini.

''Jen, Jen, buka Instagram deh! Lihat postingan terbaru Hyunsuk, buruan!'' desak Lisa.

-

Tangan Jisoo mengepal, rahangnya mengeras, matanya memerah menahan amarah. Dengan langkah kaki tergesa dia menaiki satu per satu anak tangga menuju atap sekolah.

Tebakannya seratus persen benar. Hyunsuk ada di sana, sedang tertawa bersama Jeongwoo dan Jaehyuk.

''Ngapain lu ke sini?'' sambut Hyunsuk, dingin.

Tanpa ba-bi-bu Jisoo melayangkan satu tamparan keras di pipi kiri Hyunsuk. Aksinya tersebut membuat mata Jaehyuk dan Jeongwoo melotot.

''Itu foto editan, kan, Suk?'' tanya Jisoo dengan suara bergetar. Sebelumnya, dia sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak menangis.

Hyunsuk tidak menjawab. Pipinya perih sekali.

''Jawab aku, itu foto editan, kan? Kamu nggak mungkin ngelakuin itu, kan? Jawab, Hyunsuk!'' bentak Jisoo, penuh emosi.

''Itu foto asli,'' jawab Hyunsuk, datar.

Jisoo menggeleng. Menolak percaya pada kebenaran yang baru saja ditangkap oleh indra pendengarannya.

''Kenapa kamu lakuin itu? Kenapa kamu tega giniin aku? Kenapa, Hyunsuk?'' cecar Jisoo dengan nada tinggi.

''Kayaknya gue nggak punya kewajiban buat jawab pertanyaan lu,'' timpal Hyunsuk, santai.

''Suk, kita udah dijodohin. Kamu nggak boleh seenaknya gini. Kamu harus hargai perasaan aku!'' tuntut Jisoo.

Percayalah, ini adalah kali pertama Jisoo berbicara dengan nada tinggi. Emosinya tidak dapat dibendung. Pemicunya adalah postingan terbaru Hyunsuk.

Hyunsuk baru saja mengunggah sebuah foto, mirror selfie, yang memperlihatkan dengan jelas bahwa dia dan Jennie sedang berciuman. Bibir bertemu bibir.

''Dari awal gue nggak pernah setuju sama perjodohan itu dan sampe kapan pun gue nggak akan mau dijodohin sama lu.''

''Setuju atau enggak, mau atau enggak, itu udah jadi keputusan orang tua kita, Suk. Kita harus terima.''

''Sorry, nggak bisa. Gue udah punya Jennie.''

''Apa istimewanya cewek murahan itu sampe kamu nggak bisa berpaling dari dia?'' ucap Jisoo, frustrasi. ''Suk, buka mata kamu. Dari segi mana pun aku jauh lebih baik dari Jennie.''

YOUNGBLOODTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang