Bel berbunyi nyaring. Seluruh murid kelas 12 serentak meninggalkan ruang ujian masing-masing. Hari-hari yang berat dan menegangkan telah berhasil mereka lalui. Raut bahagia sekaligus lega tergambar jelas di wajah mereka. Pergulatan dengan tumpukan kertas materi yang membuat mata pedih dan otak berasap akhirnya usai. Semua sudah tuntas.
''Gila, badan gue lemes banget. Ngerjain lima puluh soal serasa berantem sama seratus preman,'' keluh Jeongwoo.
''Iya. Butuh penyegaran nih, otak udah overheat,'' imbuh Jennie.
''Laper maksud lu?''
''Tau aja lu, Jae, hihi,'' balas Jennie, cengengesan.
''Ya udah yuk ke kantin, gue traktir,'' ajak Hyunsuk.
Semangat Jeongwoo langsung menyala ketika mendengar kata traktir. ''Duh, Suk, baik banget, sih, gue jadi makin sayang sama lu.''
''Jijik, Woo,'' balas Hyunsuk, datar.
''Tapi males ah kalo ke kantin, pasti penuh,'' tolak Lisa. ''Gimana kalo ke cafe depan aja?''
Kalau begini caranya malah Hyunsuk yang malas. Harga menu di cafe depan, kan, jelas lebih mahal daripada menu kantin. Pintar sekali gadis berponi itu memanfaatkan situasi.
''Yaelah pake mikir. Dompet lu lagi tipis atau gimana?'' singgung Lisa.
''Emh, pinter banget nyenggol ego orang,'' celetuk Jaehyuk.
''Gas lah,'' putus Hyunsuk. Dompet tipis adalah dua kata lucu dalam kamus hidupnya.
''Nah gitu, dong,'' seru Lisa, bahagia. ''Tapi gue cari Jisoo dulu ya, tar gue nyusul.''
Mereka pun berpisah.
''Gue langsung pulang ya,'' ucap Rose sesaat setelah keluar dari gedung sekolah.
''Nggak boleh. Pokoknya lu harus ikut makan bareng kita,'' kata Hyunsuk, tegas.
''Ikut aja lah, toh gratis. Sekalian kumpul bareng. Kita kangen ngobrol sama lu,'' kata Jennie, lembut. Senyum tulusnya itu sangat membius. Kalau sudah begini Rose tak sampai hati untuk menolak.
Jennie tidak membual, mereka memang rindu pada Rose. Bagaimana tidak, sudah satu bulan lamanya gadis cantik itu selalu menghindar. Setiap kali diajak pergi selalu menolak dengan seribu alasan. Sungguh, mereka rindu Rose yang dulu.
Pesanan datang. Tujuh piring spaghetti bolognese mendarat dengan sempurna di hadapan Hyunsuk cs berikut minuman yang mereka pesan dan beberapa makanan ringan.
''Guys, kita, kan, udah selesai ujian nih, bisa kali pergi liburan bareng?'' ucap Lisa.
''Wah, ide bagus tuh. Pasti seru,'' sahut Jeongwoo, antusias.
Hening.
''Kok, pada diem, sih?'' Lisa cemberut. Dia menatap penuh harap pada sang ketua, Hyunsuk.
''Emang lu pengen liburan ke mana?'' tanya Hyunsuk.
''Gue pengen pergi ke tempat yang sejuk dan jauh dari perkotaan. Bosen tiap hari lihat gedung-gedung tinggi sama hirup polusi,'' kata Lisa.
Sejenak Hyunsuk memikirkan tempat yang sesuai dengan keinginan Lisa.
''Tengah hutan?''
''Ihhh, bukan tengah hutan juga, Hyunsuk!''
''Tengah hutan, kan, sejuk terus jauh dari kota. Ck, gimana, sih?'' timpal Hyunsuk.
Bibir Lisa semakin manyun.
Ide brilian Jeongwoo tiba-tiba muncul. ''Gimana kalo nginep di villa keluarga lu yang deket pantai itu?''
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNGBLOOD
FanfictionIni adalah cerita remaja tentang bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari yang tak lepas dari cinta, persahabatan, pertarungan, dan kenakalan. Treasure x Blackpink ⚠️ Murni imajinasi ⚠️ Tidak bermaksud merendahkan pihak mana pun Luv, matcha_...
