14

21.2K 1.7K 156
                                        

Dilarang keras untuk melakukan plagiasi pada cerita ini. ⚠️
-
Vote + comment😡🫵🏻
-
2,6k words (lil abit🔞)

 ⚠️-Vote + comment😡🫵🏻-2,6k words (lil abit🔞)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yang benar saja Sazel

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yang benar saja Sazel." Geram Jion dipagi buta.

Tepatnya saat ini pukul 09.00 pagi, ia tengah tengkurap dibalik selimut dengan alisnya menukik serta mata yang terpejam mengantuk,

"Kau menyepam telepon hanya untuk mengajakku ke pasar malam!?"

"Ayolah. Aku merasa harus kesana nanti malam, aku bermimpi yang sangat indah penuh bunga tadi."

"Mungkin pertanda, akan bertemu mate ku"
Jion berdecak, itu bukan urusannya.

"Kau pergi saja sendiri!"

"Oh? Begitu kau padaku? Jion, sialan. Akan kuberitahu Kak Hegi kalau kau pernah menyewa Omega di bar!!"

"Kau mengancamku? Ah, sial! Nanti malamkan!?"

Tut-

"Semua Omega, merepotkan." Cercahnya tertuju pada Sazel, Omong-omong tentang penyewaan Omega, harusnya ia tak perlu khawatir. Karena saat itu kan tak jadi.

"Shan itu, menggagalkan semuanya."

• • •

"Hentikan klakson mobilmu, Sazel!"

Sazel masih saja membunyikan klakson yang sangat memekakkan telinga itu. Urat kesal mencuat di dahi Jion. Apa yang membuat Omega dominan satu itu hingga terburu-buru begitu.

"Iya!!"

"Kak, pinjam kartumu." Ucapnya pada Hegi yang sedang duduk disofa.

"Kartu apa?"

Urat kesal di dahi Jion bertambah dua, "Kartumu yang penuh uang itu."

"Kemana kartumu? Harusnya sudah kukirimkan uang, tiga hari yang lalu."

OmegamdeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang