🚫 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐩𝐥𝐚𝐠𝐢𝐚𝐫𝐢𝐳𝐞 𝐭𝐡𝐢𝐬 𝐰𝐨𝐫𝐤𝐬.
Sungjake | ABO | Enigma x Alpha.
Takdir.
Takdirnya diubah oleh dia yang memiliki kuasa, lika-liku kehidupannya dipaksa berbeda.
Ini kisah seorang Alpha yang bertemu dominannya, seorang Enigma.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam terus berjalan seperti menit.
Sama halnya dengan hari yang terus berganti menjadi minggu, lalu menjadi bulan. Setelah menghabis sebulan dengan dirinya yang menerima Shan, Jion dapat pastikan ia tidak akan di slebew jika tak menyulut emosi pria itu.
Terakhir kali ia menyulut emosi pria itu karena memintanya untuk tidak melakukan sesuatu pada Nicho, seseorang yang ia ajak tidur.
Dan itu berakhir mereka yang bercumbu kasar dengan Jion yang pasrah menerimanya.
Peraturan Jika ingin Shan menurutinya,
Pertama, Pasrah.
Kedua, Menurut.
Ketiga, Kembali pada peraturan pertama.
Jion akan melakukan hal itu jika ia menginginkan sesuatu. Jika tidak, ia tak peduli dan akan kembali pada sikap aslinya yang bebal.
Seperti saat ini,
"Hentikan." Jion mendorong bahunya agar Shan lepas dari tubuhnya. "Kau terus membuat tanda, dasar menyebalkan."
Tubuh si (mantan) Alpha itu, sekarang tak pernah mulus. Akan ada noda merah yang menghiasi tubuhnya, jika 1 memudar, maka akan ada satu lagi yang kontras.
Jion berdecak, ia tengah memasak ramyeon saat ini, tapi pria besar di belakangnya itu terus menghinggapinya. "Kau mau juga?" Jengahnya. Memang saat ini ia hanya memasak satu saja.
"Kau saja. Setelah itu aku yang akan makan," Ucapannya tergantung seraya membuat Jion menghadap padanya.
"Memakanmu."
Jion mendengus. Ia sudah hampir kebal dengan tuturan ambigu serta kotor dari Shan. "Menjauhlah!" Marahnya, kali ini ia menyenggol Shan sekuat tenaga hingga pria itu sedikit menjauh.
Shan terkekeh kecil, setelahnya ia duduk menunggu Jion usai memasak makanannya itu.
"Aku sudah memikirkan ini," Ujar Jion tiba-tiba, sekalian ia membawa mangkuk berasapnya itu ke meja makan.