🚫 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐩𝐥𝐚𝐠𝐢𝐚𝐫𝐢𝐳𝐞 𝐭𝐡𝐢𝐬 𝐰𝐨𝐫𝐤𝐬.
Sungjake | ABO | Enigma x Alpha.
Takdir.
Takdirnya diubah oleh dia yang memiliki kuasa, lika-liku kehidupannya dipaksa berbeda.
Ini kisah seorang Alpha yang bertemu dominannya, seorang Enigma.
⚠ Dilarang keras untuk melakukan plagiasi pada cerita ini. ⚠️ - Vote + comment😡🫵🏻
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beralih pada Jion yang tengah bersandar pada dinding sisi hall, di tangan sudah ada gelas wine yang bertengger.
Hal yang seperti ini sangat membosankan. Matanya memandang para pebisnis yang kebanyakan dari mereka seorang alpha, dan hanya sedikit beta. Lagipula bisa bahaya jika ada omega ditengah para pemangsa itu.
Aroma feromon samar bercampuran, rasanya Jion ingin memuntahkan isi perutnya saja. Ia menegak cepat wine di tangannya, suara ahh' nikmat ia keluarkan ketika wine itu sudah ludas.
Tak lama setelah itu, alisnya menukik tak senang, menghadap lurus ke depan sana mendapati Sam yang mendekat padanya.
Kenapa sialan satu itu selalu berada didekatnya.
"Ini pertama kalinya aku melihat tuan muda bungsu keluarga Lee, ikut pesta seperti ini." Ucapnya santai, namun berbeda dengan ekspresi yang tersirat remeh disana.
"Apa urusannya denganmu?" Tekan Jion. Sungguh ia sedang tak ingin diusik.
Jion spontan menjauhkan tubuhnya ketika Sam ikut menyender pada dinding disisinya.
"Kau selalu mengusik ku." Jengkelnya.
"Kau lihat mereka." Acuh Sam pada tutur jengkel Jion. Ia menunjuk kumpulan orang berpakaian formal di sekeliling mereka, "Sedari tadi terus melirik kesini."
Jion tau itu. Tapi apa pedulinya, itu dinamakan pesona seorang alpha.
"Kau tau kenapa?" Lanjut Sam lagi.
Si bangsat ini tak berhenti bicara, batin Jion.
Sam mendekatkan bibirnya pada telinga Jion, "Karena anak kedua Lee yang tak berguna, berada disini. Mereka pasti keheranan melihat kehadiranmu yang tiba bersama Hegi Lee." Kemudian seringai remeh ia keluarkan ketika Jion menatapnya dengan tajam.
Jengkelnya sudah berganti dengan amarah. Ia tersinggung, dengan perkataan Sam yang memang benar adanya. Ia akui, ia tak berguna dibandingkan Hegi. Itu rahasia umum.