🚫 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐩𝐥𝐚𝐠𝐢𝐚𝐫𝐢𝐳𝐞 𝐭𝐡𝐢𝐬 𝐰𝐨𝐫𝐤𝐬.
Sungjake | ABO | Enigma x Alpha.
Takdir.
Takdirnya diubah oleh dia yang memiliki kuasa, lika-liku kehidupannya dipaksa berbeda.
Ini kisah seorang Alpha yang bertemu dominannya, seorang Enigma.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara langkah cepat memenuhi bangunan kantornyang menjulang tinggi, suara langkah itu terdengar tergesa-gesa. Hingga si empu langkah tiba di depan pintu yang hanya orang tertentu yang diperbolehkan masuk.
Ia membuka pintu itu dengan kasar, hingga pintu itu memantul menghantam dinding.
Suara benturannya nyaring, hingga membuat seseorang didalam ruangan itu sedikit tersentak dihadapan berkas yang menumpuk.
Ekspresi wajahnya masam, tanda ada yang membuat ia kesal. Dengan wajahnya itu ia menatap nyalang pada si pemilik ruangan.
Ia melangkah lebar, dan menggebrak meja yang ada dihadapan si pemilik ruangan.
"KEMANA ANAK-ANAKMU ITU!? KENAPA KEDUANYA TAK BISA DIHUBUNGI, HAH!?" Pekiknya langsung berhadapan dengan pri dihadapannya.
Sedangkan seseorang di pekiki itu, hanya menatap datar sekilas lalu kembali lagi pada berkasnya yang menumpuk.
Ia sudah terbiasa melihat omeganya yang sering sekali mencak-mencak seperti itu.
"HELVIN LEE! JAWAB AKU!"
Si empu nama, Helvin Lee itu pun menghela nafasnya. "Tak perlu berteriak, Sanhwa."
Mata Sanhwa melotot, ia tak terima di peringati seperti itu. "MENURUTMU BEGITU, HAH!?-"
"Hwa."
Sanhwa pun berdecih, walaupun dalam harinya sudah sedikit panik karena sudah memancing emosi Alphanya.
"Jika, kau berusaha menghubungi Jion, maka menyerah saja. Anak itu memang selalu seperti itu, kan?" Lanjut si Alpha ketika berhasil membuat omeganya menurut untuk tak berbicara sambil berteriak seperti sebelumnya.
"Aku juga tak bisa menghubungi, Hegi."
Alis Helvin terangkat satu, ini jarang terjadi. Kenapa putra sulungnya tiba-tiba tak bisa dihubungi?
Helvin sedikit memutarkan kursinya, lalu menepuk pada pahanya. Memberi isyarat pada Sanhwa untuk datang padanya.
Tanpa keberatan, Sanhwa menurut dengan senang hati. Lanhsung menduduki kedua oaha itu, bersamaan dengan tangannya terulut dialungkan dileher sang Alpha.