🚫 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐩𝐥𝐚𝐠𝐢𝐚𝐫𝐢𝐳𝐞 𝐭𝐡𝐢𝐬 𝐰𝐨𝐫𝐤𝐬.
Sungjake | ABO | Enigma x Alpha.
Takdir.
Takdirnya diubah oleh dia yang memiliki kuasa, lika-liku kehidupannya dipaksa berbeda.
Ini kisah seorang Alpha yang bertemu dominannya, seorang Enigma.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Disaat langit memoleskan warna kejinggaan, ada seorang pria yang baru saja memarkirkan mobilnya. Dia seorang Enigma, namun pasangannya memanggilnya Alpha.
Dia Jayyan, saudara kembar beda perawakan dengan Shan. Ia lebih tua sepuluh menit dibanding Shan. Dan saat ini ia tengah mencari kunci rumahnya, sedikit kesusahan karena ia lupa dimana letak kunci itu. Kemudian ia menghela nafas, kunci itu tak ketemu di sakunya, maka ia coba untuk membuka langsung pintu itu. Dan itu terbuka, air wajah Jayyan langsung berubah ketika melihat pemandangan di dalam rumahnya.
Ia menutup pintu, lalu berjalan mendekat. "Apa yang kau lakukan? Berhenti menatap Jemy segitunya, Omegaku takut." Cercahnya seraya menyembunyikan Jemy dibalik punggungnya.
"Dia menyemburku."
Sedang Jemy yang dibalik Jayyan, ia mengintip dari punggung Alphanya itu, "Ta-tadi kukira kak Jayyan yang mengetuk pintu, ru-rupanya kak Shan..." Bibir Jemy bergetar saat berbicara. Lantas Jayyan ynag tadinya menatap Jemy, kini atensinya bergulir pada Shan, "Untuk apa kau datang kesini?"
Itu sekitar 10 menit sebelum kedatangan Jayyan, Jemy yang sedang menuangkan air di dapur, ia mendengar pintu diketuk. Ia dia nyaring, "Tunggu sebentar, kak!" Sahutnya. Jemy kira itu Jayyan, tapi sedikit aneh kenapa Alphanya repot-repot mengetuk pintu? Tak seperti biasanya yang langsung masuk saja lalu akan memeluknya. Ia lebih dulu meminum airnya, baru ia hendak melangkah untuk membuka pintu,
Dugh. Byur.
Jemy beruntun menabrak, serta menyembur air di dalam mulutnya pada seseorang yang ia tak sengaja tabrak, itu Shan yang rupanya sudah lebih dulu masuk tanpa menunggu dirinya disambut.
Begitulah, hingga pada akhir ia tertunduk sambil meremat ujung bajunya ketika Shan yang menatapnya menuntut akan penjelasan, dalam hatinya ia berharap sang Alphanya lebih cepat pulang.