39

16.7K 1.2K 121
                                        

Vote + Comment 😡🫵🏻

Vote + Comment 😡🫵🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sedari awal ia bangun, atensi Jion sama sekali belum ada terlepas dari Shan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sedari awal ia bangun, atensi Jion sama sekali belum ada terlepas dari Shan. Ia terus memperhatikan Enigma itu yang tengah bersiap seakan ingin keluar entah kemana.

Sampai ia memegang dagunya, serta wajahnya berubah serius. "Aku sudah memikirkan ini," tuturnya dijeda.

"Kau lebih cocok tanpa rambut." Lanjutnya kemudian ketika Shan sudah berbalik dari memasang dasi. Ia melirik Jion tanpa ekspresi.

"Ini mereka yang mau." Rengut si Alpha kecil itu, bibirnya merucut karena tau pintaannya tak akan dikabulkan.

Terdengar pria tegap itu menghela nafas, lantas langkahnya mendekat pada pria kecilnya itu. "Berhenti berbohong, itu maumu, kan?" Telaknya langsung.

Jion memperhatikan pria di hadapannya itu, sangat rapi dengan seragam kantornya. Tak lama alisnya meliuk tak senang, "Mau kemana kau?" Tanyanya dengan ketus.

"Aku ada meeting." Telapak lebar itu bergerak untuk menyugar surai halus milik Jion.

"Kau mau meninggalkanku sendirian?" Dumel Jion, ia menyingkirkan tautan yang dilakukan Shan.

"Tidak juga. Aku memanggil kenalanku untuk memeriksamu, mungkin sejam lagi ia akan sampai." Jelas Shan, kini ia beralih dari Jion.

"Aku akan sampai sore. Jangan nakal, Ji." Pamit Shan. Ia kembali mendekat pada si empu hanya untuk memberikan tepukan kecil pada pucuk kepalanya serta melambai kecil pada perut yang terlihat menyembul itu.

"Tch!" Jion berdecih, ia memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan pipinya yang sedikit bersemu.
.
.
.
Seperti yang dikatakan Shan tempo jam lalu, akan ada kenalannya yang kemari. Jion dengan langkah malasnya, ia membuka pintu yang sedari tadi di ketuk.

"Hai!!"

Berubah sudah rasa malas Jion, kini berganti menggebu ketika mendapati seseorang lain yang terlihat familiar.

"Apa kau yang mengandung, Lee? Apa Shan pelakunya?" Wanita itu bertanya dengan nada meledek serta kekehan menyebalkan.

Muncul gurat kesal pada pelipis Jion, ia akan segera mencak jika saja seseorang yang lainnya tak menenangkannya.

OmegamdeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang