🚫 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐩𝐥𝐚𝐠𝐢𝐚𝐫𝐢𝐳𝐞 𝐭𝐡𝐢𝐬 𝐰𝐨𝐫𝐤𝐬.
Sungjake | ABO | Enigma x Alpha.
Takdir.
Takdirnya diubah oleh dia yang memiliki kuasa, lika-liku kehidupannya dipaksa berbeda.
Ini kisah seorang Alpha yang bertemu dominannya, seorang Enigma.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hanya ada satu kamar di apart ini, dan satu ranjang." Nicho mempersilahkan Jion untuk melihat kondisi kamarnya, itu sedikit berantakan. Berbeda dengan tempat Shan sebelumnya yang sangat rapi, jika berantakan pun sekejap menit akan rapi kembali.
"Aku punya kasur kecil, jika kau mau atau tidak kau bisa tidur di sofa." Lanjut Nicho lagi.
Jion lebih dulu melepas jas panjang pada tubuhnya, luaran milik Nicho itu membuatnya pusing di sepanjang jalan, karena bau pemiliknya yang menempel.
"Aku di sofa. Baumu tidak enak, aku bisa mimpi buruk." Balas Jion dengan wajah lempengnya.
Sedangkan si pemilik rumah itu memandang Jion yang baru saja melepaskan jas panjangnya, yang berarti Jion kembali pada penampilannya yang kurang bahan itu. Nicho langsung menggelengkan kepalanya, menepis pemikirannya.
"Jion sebaiknya kau menggunakan celana panjang, mungkin malam nanti akan sedikit dingin."
- Omegamde -
Jion berjalan dengan langkahnya yang menyeret lantai, Nicho memberi celana panjang miliknya. Dan Nicho itu proporsi tubuhnya 80% kaki, yang berarti dia tinggi sekali, Jion yang memakai celananya jadi kepanjangan dikakinya.
"Tangkap!"
Jion terperanjat ketika salep langsung mendarat di wajahnya, Nicho melemparnya dengan tiba-tiba, "Sialan kau!" Kesal Jion, "Apa ini!?"
"Salep, untuk tengkukmu. Kau seperti digerogoti hewan buas saja,"
Jion membuka salep itu lantas mengoles pada tengkuknya, "Yang benar manusia buas." Koreksinya, sarkas. Kemudian Jion memandang heran pada Nicho yang berjalan ke arah pintu, "Mau kemana?" Tanyanya.
"Lanjut, bekerja. Aku pulang nanti pagi."
Jion hanya mengangguk, berarti ia akan sendirian di apartemen ini. Baguslah. Dan bisa ia tebak besok pagi ia akan terbangun hanya untuk memuntahkan isi perutnya.