33

18.4K 1.4K 110
                                        

Vote + Comment 😡🫵🏻

Vote + Comment 😡🫵🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Memandangi pantulan dirinya dicermin, Jion tengah menyingkap sedikit pakaiannya untuk melihat bekas lukanya dari pantulan cermin itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Memandangi pantulan dirinya dicermin, Jion tengah menyingkap sedikit pakaiannya untuk melihat bekas lukanya dari pantulan cermin itu. Lukanya sudah sembuh serta mengering, kini dikulit perut datarnya itu membekas bentuk luka tembak. Perutnya sudah tak mulus lagi.

Hingga, dari pantulan cermin itu ia melihat Shan yang mendekat dari baliknya, lalu menutup bekas luka itu dengan telapaknya. "Tenang saja. Kau masih molek." Ucapnya. Ini bukan pertama kalinya ia melihat Jion yang meratapi dirinya di depan cermin.

"Aish! Apaan kau! Menjauh!" Sergah Jion saat Shan mulai memeluk dirinya dengan dagu pria itu tertompang di bahu Jion.

Ini yang Jion malas dari pria bernama Shan. Sekali saja menyentuh tubuhnya pasti akan menjalar menyentuh tubuhnya yang lain. Buktinya sekarang tangan itu berpindah pada dadanya, dengan tangannya yang lain mendekap erat tubuhnya agar tak kabur kemana pun.

Jion menahan lenguhannya, "Berhenti menyentuh dadakuh~! Shan!" Pekik Jion melengking kala Shan mencubit titik dadanya.

"Aku sudah memberi pelajaran yang tepat untuk mereka."

Jion berdehem seraya menepis tautan Shan pada dirinya, lalu berbalik untuk menghadap pria itu. "Tanpa kau beritahu, aku sudah menebaknya." Ucapnya.

Lalu, kedua lengannya terkalung mesra pada Shan. "Kau tak ingin mencumbuku?"

Pertanyaan yang tak perlu jawaban, melainkan tindakan. Begitu menurut Shan.

Tanpa kata lagi ia menjabah pertanyaan Jion untuk mencumbu bibir tebal milik pria itu. Mencumbunya seraya menuntun untuk melakukannya di ranjang, lelah jika berdiri terus.

Tubuh Jion lebih dulu yang menyentuh ranjang, dan saat itu jugalah Shan melesakkan lidah lunak kedalam mulutnya. Lenguhannya langsung mengudara walaupun sedikit terendam.

Jion menepuk dada Shan ketika rasa ia membutuhkan oksigen, nafasnya sedikit terengah, "Kau mau membunuhku?" Tudingnya.

Terlihat Shan mengulas senyumnya tipis saat melihat Jion yang terengah, lalu ikut merebahkan tubuhnya di sisi Jion.

OmegamdeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang